Status KLB Corona di Sukoharjo Diperpanjang 30 September

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona resmi diperpanjang hingga 30 September mendatang. Pemkab Sukoharjo mengambil kebijakan tersebut dengan pertimbangan masih tingginya kasus positif virus corona terakumulasi sekarang 409 kasus. Status KLB virus corona sendiri pertama kali ditetapkan Pemkab Sukoharjo sejak 23 Maret lalu dan beberapa kali melalui tahap perpanjangan hingga sekarang.
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Selasa (01/09/2020) mengatakan hal tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 440/557 Tahun 2020 tertanggal 1 September 2020. KLB corona diperpanang dengan pertimbangan angka kejadian kasus positif corona masih menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi sehingga memerlukan upaya penanganan yang lebih optimal.
Surat keputusan perpanjangan status KLB virus corona sudah disosialisasikan ke masyarakat. Harapannya dilakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona bersama. Dengan demikian maka penurunan angka kasus positif virus corona bisa cepat terlaksana.
“Status KLB virus corona diperpanjang hingga 30 September. Pertimbangannya karena kasus positif corona di Sukoharjo belum turun, bahkan terus naik hingga saat ini,” ujarnya.
Pemkab Sukoharjo sudah berkoodinasi bersama pihak terkait tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Sukoharjo sebelum mengambil keputusan perpanjangan status KLB virus corona. Hal itu penting mengingat penanganan kasus melibatkan banyak pihak. Masyarakat dalam hal ini sebagai sasaran diharapkan membantu petugas dengan patuh menerapkan protokol kesehatan.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah berusaha keras menangani masalah agar jumlah kasus positif virus corona terus turun. “Belum sepenuhnya masyarakat mendukung langkah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo karena masih banyak temuan pelanggaran protokol kesehatan,” lanjutnya.
Bentuk pelanggaran yang sering ditemukan di masyarakat yakni tidak memakai masker saat diluar rumah. Pelanggaran lain karena temuan pemudik dari luar daerah masuk ke wilayah Sukoharjo. Adanya pemudik menjadi salah satu faktor terjadinya penambahan kasus positif virus corona.
“Misal temuan terakhir pemudik yang akhirnya jadi penyebab penularan virus corona terjadi di wilayah Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI