Status Sukoharjo Akhirnya Turun Oranye

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Status Kabupaten Sukoharjo turun dari sebelumnya zona merah atau tingkat risiko penyebaran virus Corona tinggi menjadi zona oranye atau tingkat risiko sedang. Penurunan status tersebut salah satunya disebabkan faktor kasus virus Corona menurun.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Jumat (27/08/2021) mengatakan penurunan status zona dari merah ke oranye diharapkan juga berdampak pada turunnya level. Selama status zona merah Kabupaten Sukoharjo masuk kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Virus Corona.

Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan penanganan virus Corona di Kabupaten Sukoharjo mengalami penurunan. Hal tersebut terjadi salah satunya karena faktor kasus positif virus Corona aktif didominasi kasus isolasi mandiri. Penurunan BOR diharapkan diikuti turunnya angka kasus positif virus Corona sehingga berdampak pada status level ikut menurun.

Yunia Wahdiyati, mengatakan, perkembangan data diketahui BOR isolasi di rumah sakit rujukan penanganan virus Corona tinggal 50 persen dan untuk ICU masih tinggi sekitar 70 persen. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melihat data diketahui dalam beberapa hari terakhir BOR mengalami penurunan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan pengawasan di rumah sakit rujukan penanganan virus Corona. Hasilnya diketahui ada penurunan BOR dengan diketahui beberapa ruang kosong.

“Angka BOR sejak beberapa hari terakhir mengalami penurunan. Penyebaran kasus virus Corona bisa dikatakan terkendali,” ujarnya.

Yunia menjelaskan, kasus positif virus Corona yang mendapat penanganan di rumah sakit dalam fase berat. Hal itu penting dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan terhadap pasien. Petugas sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap temuan kasus positif virus Corona untuk mengetahui kondisinya apakah cukup menjalani isolasi mandiri atau perlu dirujuk ke rumah sakit.

Menurunnya angka BOR memberikan dampak lain seperti berkurangnya aktivitas ambulan sejak dua pekan terakhir. Hal ini terlihat dari berkurangnya pemakaman kasus positif virus Corona sesuai protokol kesehatan. Sebelumnya petugas harus bekerja ekstra mengingat tingginya kasus positif virus Corona yang meninggal dunia. (Mam)

BERITA REKOMENDASI