Status Sukoharjo Turun Zona Oranye

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Status penyebaran virus corona di Sukoharjo turun dari sebelumnya zona merah menjadi oranye. Penurunan berdasarkan beberapa indikator yang dipakai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dalam menentukan status. Meski turun, masyarakat tetap diminta wajib patuh terhadap protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyebaran virus corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (16/11/2020) mengatakan, peta zonasi risiko daerah terkait penyebaran virus corona dihitung berdasarkan indikator indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan scoring dan pembobotan. Hasil akhir diketahui terjadi penurunan status dari zona merah menjadi oranye.

Sebelumnya Kabupaten Sukoharjo berstatus zona merah atau tingkat penularan virus corona tinggi. Maka sekarang turun menjadi oranye atau sedang.

Yunia menjelaskan, beberapa indikator yang dipakai dalam penentuan status daerah meliputi indikator epidemiologi terdiri dari penurunan jumlah kasus positif virus corona dan probable pada minggu terakhir, penurunan jumlah suspek, penurunan jumlah meninggal dunia, penurunan jumlah kasus suspek di rumah sakit dan lainnya.

Indikator lainnya yakni indikator surveilans kesehatan masyarakat dilihat dari jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama dua minggu terakhir dan positivity rate rendah. Indikator pelayanan kesehatan meliputi jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung pasien positif virus corona.

“Status Sukoharjo sekarang sudah turun dari sebelumnya zona merah atau tinggi menjadi zona oranye atau sedang. Meski turun kami minta masyarakat tetap wajib mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo masih terus melakukan penanganan virus corona mengingat dilihat dari data akumulasi terus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak terhadap status KLB virus corona. “Sukoharjo tetap masih berstatus KLB virus corona sebab kasusnya masih tinggi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI