Stok Blangko Habis, 9 Ribu Orang Antre Cetak SIM

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 9 ribu orang masuk dalam daftar tunggu mengantre melakukan pencetakan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Sukoharjo. Hal tersebut terjadi karena stok blangko cetak SIM sudah habis sejak Juni lalu dan sekarang masih menunggu kiriman dari pusat. Untuk sementara pemohon mendapatkan surat keterangan sebagai pengganti SIM.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Cipularang, KNKT Harus Segera Turun Tangan

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Zamroni, Selasa (3/9/2019) mengatakan, permintaan pencetakan SIM di Satlantas Polres Sukoharjo mengalami peningkatan signifikan sejak Mei atau saat puasa Ramadan hingga lebaran Juni lalu. Kondisi tersebut membuat stok blangko cetak SIM habis. Terlebih lagi belum ada kiriman dari pusat ke daerah. 

Satlantas Polres Sukoharjo kemudian mengelurkan surat keterangan kepada warga atau pemohon sebagai pengganti sementara SIM. Meski demikian fungsi surat keterangan tersebut sama dengan SIM.

Terhitung sejak Juni lalu hingga awal September ini diperkirakan ada sebanyak 9 ribu orang pemohon SIM. Mereka hingga sekarang baru memiliki surat keterangan sebagai pengganti sementara SIM. Sebanyak 9 ribu orang tersebut mengantre untuk mendapatkan pelayanan pencetakan. Jumlah pemohon yang antre cetak SIM diperkirakan semakin bertambah mengingat hingga sekarang Satlantas Polres Sukoharjo belum mendapatkan kiriman blangko cetak SIM.

Jumlah antrean SIM dianggap Satlantas Polres Sukoharjo masih cukup sedikit dibandingkan daerah lain. Sebab daerah lain angkanya bisa tembus di atas 9 ribu orang seperti di Sukoharjo. 

"Pencetakan SIM baru akan dilakukan Satlantas Polres Sukoharjo setelah mendapat kiriman blangko cetak dari pusat. Kemungkinan baru akan kami terima pada bulan September ini," ujarnya.

Perkiraan tersebut setelah Satlantas Polres Sukoharjo mendapat informasi dari pusat mengenai rencana pengiriman blangko cetak SIM. Nantinya setelah diterima maka proses pencetakan SIM berdasarkan nomor urut antrean. Sistem tersebut diterapkan sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat.

"Antrean diurutan atas atau pertama dan seterusnya jelas akan mendapatkan pencetakan SIM lebih awal dibanding urutan terbawah," lanjutnya.

Baca Juga: Dalang Perempuan Purworejo Dapat Kehormatan Pentas di Hadapan Presiden

Dalam proses pencetakan Satlantas Polres Sukoharjo juga menunggu kejelasan dari pusat mengenai kuota blangko cetak SIM. Sebab hingga sekarang belum ada kejelasan. Kuota penting mengingat di Sukoharjo ada sebanyak 9 ribu orang masuk daftar antrean.

"Apabila kiriman blangko cetak SIM itu cukup memenuhi daftar tunggu antrean maka semua bisa dilakukan pencetakan. Tapi bila kurang maka daftar tunggu antrean kedepan semakin banyak. Jadi kami tunggu dulu kejelasan kuota yang diterima," lanjutnya.

AKP Zamroni menambahkan, dari sebanyak 9 ribu orang masuk daftar tunggu antrean pencetakan SIM mayoritas mengajukan perpanjangan. Pengajuan dilakukan setelah masa berlaku SIM sudah habis. "Untuk pengajuan pemohon baru SIM atau baru berusia 17 tahun lebih sedikit dibanding yang mengajukan perpanjangan," lanjutnya. (Mam)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI