Stok Cadangan Elpiji 3 Kg Ditambah untuk Hadapi Libur Nataru

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo siapkan stok cadangan elpiji 3 kilogram dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru. Petugas juga melakukan pengawasan ketat distribusi dan pengunaan gas bersubidi agar tidak terjadi pelangaran. Sanksi tegas mengancam bagi mereka yang nekat melanggar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Selasa (3/12/2019) mengatakan, sudah mengajukan tambahan pasokan elpiji 3 kilogram ke PT Pertamina. Pengajuan dilakukan sebagai stok cadangan atau diluar pasokan reguler rutin harian sekarang. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru.

Stok cadangan gas bersubsidi sangat diperlukan sebagai persiapan terjadinya peningkatan permintaan di masyarakat. Sebab pada momen tertentu seperti Natal dan Tahun Baru termasuk saat Puasa Ramadan dan Idul Fitri juga terjadi lojakan konsumsi elpiji 3 kilogram.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo khawatir apabila tidak mengajukan tambahan maka terjadi kelangkaan di pasaran. Kondisi tersebut dijelaskan Sutarmo akan berdampak pada keresahan masyarakat karena harga elpiji 3 kilogram melonjak tinggi.

“Namanya hukum pasar kalau barang langka harga naik tinggi. Jadi sebelum terjadi kami ajukan tambahan sebagai stok cadangan. Nanti dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru ada penambahan elpiji 3 kilogram. Tapi berapa kami masih menunggu jawaban PT Pertamina,” ujarnya.

Keberadaan stok cadangan diharapkan mampu menjadi jaminan bagi masyarakat mendapatkan elpiji 3 kilogram. Selain mudah mendapat barang diharapkan juga harganya terjangkau sesuai pasaran.

“Apabila nanti setelah ada stok cadangan masih kurang maka nanti kami akan melibatkan PT Pertamina dan pihak terkait untuk melakukan operasi pasar murah menjual elpiji 3 kilogram,” lanjutnya.

Di Sukoharjo sendiri diketahui ada sebanyak 13 agen dan 1.134 pangkalan gas tersebar di 12 kecamatan. Mereka memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan elpiji 3 kilogram untuk masyarakat termasuk saat Natal dan Tahun Baru nanti. 

“Elpiji 3 kilogram ini untuk warga masyarakat miskin karena merupakan barang bersubsidi dari pemerintah. Persiapan pemenuhan kebutuhan sudah dilakukan bersama dan diharapkan nanti bisa terpenuhi semua,” lanjutnya. 

Sutarmo menambahkan, kuota gas 3 kilogram untuk Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar tujuh persen dibandingkan tahun 2018. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan konsumsi rumah tangga khususnya dari masyarakat miskin. Petugas akan melakukan pengetatan pengawasan agar penggunaan gas bersubsidi tersebut tidak disalahgunakan. 

Kuota gas 3 kilogram untuk Kabupaten Sukoharjo diketahui ada kenaikan pada tahun 2019 sebesar tujuh persen dibanding tahun 2018. Pada tahun 2019 ini elpiji yang diterima sebanyak 10.471.808 tabung. Sedangkan alokasi tahun 2018 lalu hanya sebesar 9.786.736 tabung. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI