Sukoharjo Belum Keluar dari Zona Merah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO,KRJOGJA.com – Kabupaten Sukoharjo masih berstatus zona merah atau tingkat risiko penularan virus Corona tinggi. Hal tersebut disebabkan karena kasus positif virus Corona masih tinggi. Kondisi tersebut berdampak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Virus Corona. Belum ada penurunan level dan protokol kesehatan tetap diberlakukan ketat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Rabu (11/08/2021) mengatakan status zona Kabupaten Sukoharjo peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan seperti epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Status zona merah Kabupaten Sukoharjo juga terlihat dengan adanya satu kecamatan berstatus zona merah. Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Sukoharjo. Selain itu ada 10 kecamatan berstatus zona oranye yakni, Kecamatan Baki, Weru, Mojolaban, Kartasura, Grogol, Bendosari, Polokarto, Gatak, Bulu dan Nguter. Satu kecamatan tersisa yakni Kecamatan Tawangsari berstatus zona kuning.

Ditingkat desa dan kelurahan tercatat ada delapan yang berstatus zona merah atau risiko tinggi atau 4,79 persen, zona risiko sedang 127 desa dan kelurahan atau 76,05 persen, zona risiko rendah 28 desa dan kelurahan atau 16,77 persen, zona tidak ada kasus 4 desa dan kelurahan atau 2,40 persen.

“Delapan desa dan kelurahan berstatus zona merah yakni, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasura, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo, Desa Menuran, Kecamatan Baki, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo,” jelasnya.

Yunia menjelaskan, data terakhir per 8 Agustus 2021 diketahui jumlah kasus kumulatif virus Corona sebanyak 12.448 kasus. Rinciannya, konfirmasi virus Corona dengan gejala jumlah ditemukan 7.791 kasus atau bertambah 745 kasus, jumlah kasus aktif 737 kasus dengan rincian, rawat inap 126 kasus, isolasi mandiri 559 kasus, isolasi rumah terpusat 52 kasus, jumlah meninggal dunia 708 kasus atau bertambah 18 kasus, jumlah sembuh 6.346 kasus atau bertambah 673 kasus.

Konfirmasi kasus positif virus Corona tanpa gejala jumlah ditemukan 3.646 kasus atau bertambah 112 kasus, jumlah kasus aktif 58 kasus terdiri dari isolasi mandiri 52 kasus, Mers Rumah Sakit UNS Pabelan Kartasura 6 kasus, jumlah sembuh 3.588 kasus atau bertambah 109 kasus.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat suspek jumlah ditemukan 1.792 kasus, jumlah kasus aktif 206 kasus, terdiri dari isolasi mandiri 15 kasus, rawat inap rumah sakit 191 kasus, jumlah meninggal dunia 27 kasus, jumlah selesai isolasi 778 kasus, bukan virus Corona sebanyak 781 kasus dengan rincian, jumlah hasil swab negatif 771 kasus dan jumlah dengan diagnosa akhir penyakit lain 10 kasus.

Kontak erat diketahui jumlah ditemukan 20.939 kasus, isolasi mandiri 2.591 kasus dan selesai pemantauan 18.520 kasus. “Protokol kesehatan tetap diberlakukan secara ketat. Isolasi juga ketat dengan melakukan isolasi terpusat (isoter) Harapannya kasus positif virus Corona bisa segera turun,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI