Sukoharjo Jadi Kabupaten Pertama Deklarasi Hari ABK

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Hari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Indonesia dideklarasikan oleh Pemkab Sukoharjo di gedung pusat promosi potensi daerah (GPPPD) Graha Wijaya Sukoharjo, Jumat (29/11/2019). Deklarasi tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Kegiatan dimaksudkan oleh Pemkab Sukoharjo mendorong kepada semua pihak untuk menginspirasi, mengadvokasi, mempromosikan dan pemenuhan hak-hak ABK. Sebab keberadaan ABK tidak boleh terpinggirkan.

Ketua Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan, keberadaan ABK di Sukoharjo sangat banyak tersebar disejumlah wilayah. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan sudah memiliki wadah resmi sendiri untuk berkegiatan. Dalam hal ini Pemkab Sukoharjo turut andil membantu para ABK dengan berbagai bentuk program bantuan.

Keberadaan ABK sendiri selama ini memiliki stigma sosial kurang baik di masyarakat. Sebab penyandang disabilitas adalah mereka yang cacat, tidak mampu, dan patut dikasihani. Bahkan, stigma yang naif adalah pandangan yang menganggap penyandang disabilitas adalah aib yang harus disembunyikan.

Besarnya perhatian dari Pemkab Sukoharjo diharapkan dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak. Sebab keberadaan ABK sangat penting dengan memberikan dukungan penuh.

"Deklarasi Hari ABK di Sukoharjo ini menjadi tonggak sejarah tidak hanya bagi Pemkab Sukoharjo saja, namun juga para ABK mereka sekarang berhak mendapat perhatian penuh dari semua pihak," ujarnya.

Etik menjelaskan, deklarasi Hari ABK Indonesia di Sukoharjo ini bermaksud untuk menghormati hak anak anak berkebutuhan khusus. Dengan deklarasi ini, Pemkab Sukoharjo mendorong kepada semua pihak untuk menginspirasi, mengadvokasi, mempromosikan dan pemenuhan hak-hak ABK.

"Pemkab Sukoharjo menjadi daerah pertama yang melakukan deklarasi Hari ABK. Kedepan kami berharap juga ada deklarasi serupa di daerah lain dan tingkat nasional atau bahkan dunia. Dengan deklarasi Hari ABK Indonesia sendiri, diharapkan dapat menjunjung tinggi hak-hak ABK, memperjuangkan terwujudnya kemandirian ABK, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga ABK," lanjutnya.

Asisten II Sekda Sukoharjo Widodo mengatakan, deklarasi Hari ABK Indonesia merupakan sejarah baru bagi Pemkab Sukoharjo. Sebab Kabupaten Sukoharjo menjadi daerah pertama di Indonesia yang sudah melakukan deklarasi Hari ABK. Deklarasi digelar bukan tanpa alasan karena Pemkab Sukoharjo menganggap penting dan sudah memberikan perhatian besar terhadap para ABK.

Berbagai bentuk program dan bantuan terhadap ABK sudah lama dijalankan Pemkab Sukoharjo. Salah satunya berkaitan dengan pelayanan bidang kesehatan.  Bentuk lainnya berupa pendidikan dan pemberdayaam ABK.

"Para ABK sekarang tidak boleh lagi menjadi korban diskriminasi. Mereka harus mendapat perlindungan dan perhatian penuh. Termasuk pemberdayaan agar ABK bisa mendiri," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Djoko Indrianto mengatakan, deklarasi hari ABK didasari komitmen Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam mengupayakan pemberdayaan dan perlindungan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Sukoharjo serta bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat dan memperlakukan ABK terutama untuk meningkatkan kemandirian, kesehatan dan kebahagiaan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI