Sukoharjo Kembali Masuk Zona Merah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Status Kabupaten Sukoharjo kembali zona merah atau tingkat risiko penularan virus corona tinggi. Kondisi tersebut disebabkan karena terjadinya lonjakan kasus positif Virus Corona. Sebelumya sejak Desember 2020 hingga Januari 2021 sempat terjadi penurunan dan hanya berstatus zona oranye atau tingkat risiko penularan Virus Corona sedang.

“Kabupaten Sukoharjo kembali berstatus zona merah karena adanya kenaikan kasus positif virus corona,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Senin (08/02/2021).

Yunia menjelaskan, jumlah kasus virus corona sampai dengan 7 Februari 2021 yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 5.226 orang. Rinciannya, konfirmasi positif virus corona dengan gejala jumlah ditemukan 2.207 orang atau bertambah 173 orang, jumlah kasus aktif 374 orang terdiri dari rawat inap 186 orang, isolasi mandiri 188 orang, jumlah meninggal 280 orang atau bertambah 30 orang, jumlah sembuh 1.553 orang atau bertambah 151 orang.

Data konfirmasi positif virus corona tanpa gejala jumlah ditemukan 1.999 orang atau bertambah 60 orang, jumlah kasus aktif 58 orang melakukan isolasi mandiri, jumlah sembuh 1.941 orang atau bertambah 111 orang.

Suspek jumlah ditemukan 1.579 orang atau bertambah 22 orang, jumlah kasus aktif 231 orang dengan rincian, isolasi mandiri 16 orang, rawat inap di rumah sakit 205 orang, jumlah meninggal 24 orang, jumlah selesai isolasi 775 orang, bukan positif virus corona 559 orang dengan rincian, jumlah hasil swab negatif 549 orang dan jumlah dengan diagnosa akhir penyakit lain 10 orang.

Data kontak erat diketahui 10.433 orang dengan rincian, isolasi mandiri 4.027 orang dan selesai pemantauan 6.026 orang. “Ada penambahan jumlah ditemukan kasus positif virus corona per 7 Februari dibandingkan pekan lalu sebanyak 173 orang. Penambahan juga terjadi pada kasus meninggal dunia 30 orang. Ini yang menjadi salah satu perubahan status zona merah,” lanjutnya.

Yunia menambahkan, dilihat secara keseluruhan prosentasi angka kematian positif virus corona di Kabupaten Sukoharjo tinggi mencapai 6,7 persen. Angka kematian tertinggi ditemukan di wilayah Kecamatan Weru sebanyak 10,3 persen, disusul kemudian Kecamatan Nguter 9,8 persen, Kecamatan Bendosari 9,4 persen dan Kecamatan Tawangsari 8,5 persen. (Mam)

BERITA REKOMENDASI