Sukoharjo Masuk Zona Merah Corona

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kabupaten Sukoharjo masuk zona merah dengan tingkat risiko penularan virus corona tinggi. Status tersebut naik dari sebelumnya zona oranye atau tingkat risiko sedang. Kenaikan status disebabkan karena faktor terjadinya peningkatan jumlah kasus positif virus corona dan kasus meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Minggu (18/10), mengatakan, ada kenaikan status untuk Kabupaten Sukoharjo terkait penularan virus corona. Apabila sebelumnya hanya berstatus zona oranye atau tingkat risiko sedang maka sekarang naik menjadi zona merah dengan tingkat risiko penularan virus corona tinggi.
Kenaikan status menjadi zona merah menjadi perhatian serius Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Sebab perlu dilakukan penanganan lebih agar jumlah kasus bisa terus ditekan.

Status zona merah penularan virus corona di Sukoharjo terjadi ditengah masih diterapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB). Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan salah satunya dengan memakai masker saat beraktivitas diluar rumah.

Faktor yang menyebabkan kenaikan status Kabupaten Sukoharjo menjadi zona merah dengan tingkat penularan virus corona tinggi disebabkan salah satunya karena naiknya jumlah kasus. Selain itu juga adanya kenaikan kasus meninggal dunia akibat virus corona.

“Ada banyak indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan scoring dan pembobotan dalam menentukan status zona kabupaten terkait penularan virus corona. Kabupaten Sukoharjo sendiri sekarang masuk zona merah dengan tingkat penularan virus corona tinggia karena salah satu faktor kenaikan jumlah kasus meninggal dunia akibat virus corona,” ujarnya.

Yunia menjelaskan, ada tiga indikator yang dipakai dalam menentukan status kabupaten terkait penularan virus corona, masing masing indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Indikator epidemiologi terdiri dari, penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir, penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir, penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable, penurunan jumlah kasus meninggal suspek dan lainnya.

“Indikator surveilans seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama dua minggu terakhir, indikator pelayanan kesehatan seperti jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan,” lanjutnya.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui pada Minggu (18/10) perkembangan kasus positif virus corona Sukoharjo terakumulasi sebanyak 876 kasus. Rinciannya, 74 kasus isolasi mandiri, 24 kasus rawat inap, 3 kasus isolasi mandiri di rumah sehat, 732 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 43 kasus meninggal dunia. (Mam)

BERITA REKOMENDASI