Sukoharjo Tetap Kondusif Jelang Pilkada

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo siapkan ribuan petugas baik Satpol PP dan Linmas membantu pengamanan Pilkada 2020. Mereka disebar di 12 kecamatan tidak hanya kosentrasi mengamankan wilayah, namun juga terkait protokol kesehatan penanganan virus corona saat pemilu digelar 9 Desember mendatang.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Selasa (21/07/2020) mengatakan, kondisi Sukoharjo menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang kondusif. Artinya keamanan tetap terjaga dan tidak ditemukan gejolak hingga menimbulkan perpecahan. Masyarakat diminta tetap menjaga kondisi sekarang hingga pelaksanaan pemilu digelar.

“Sukoharjo dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak terpengaruh kabar tingkat kerawanan tinggi. Masyarakat kami minta tenang dan membantu kelancarakan Pilkada 2020 dengan menjaga keamanan di wilayahnya masing masing,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo sekarang sudah mempersiapkan ribuan petugas gabungan dari Satpol PP dan Linmas. Mereka akan disebar dan bertugas membantu pengamanan saat pelaksanaan Pilkada 2020 di 12 kecamatan.

Penempatan petugas dilakukan seperti di tempat pemungutan suara (TPS), balaidesa, kelurahan dan kecamatan. Selain itu petugas Satpol PP dan Linmas juga ditempatkan dibeberapa titik rawan lainnya.

“Satpol PP Sukoharjo juga telah melakukan pemantauan sekaligus pemetaan wilayah penempatan petugas bersama tim gabungan. Sebab saat pelaksanaan pengamanan Pilkada 2020 nanti juga melibatkan unsur Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo,” lanjutnya.

Heru mengatakan, menjelang pelaksanaan Pilkada 2020, Satpol PP Sukoharjo meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu menyesatkan dan berita hoax. Petugas di masing masing wilayah diharapkan berperan aktif melakukan deteksi dini dan pencegahan agar kerawanan tersebut dapat dicegah.

Masyarakat bisa melaporkan kondisi di wilayahnya pada petugas apabila ditemukan hal yang rawan menyebabkan perpecahan. “Misal ada berita hoax, masyarakat jangan langsung menelan mentah, konfirmasi dulu atau dicek kebenarannya. Salah satu yang rawan kemungkinan berasal dari media sosial mengingat perkembangan teknologi sekarang sudah semakin maju,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI