Sukoharjo Tidak Akan Ajukan PSBB

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo akhirnya mengambil keputusan tidak mengajukan Penerapan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat. Keputusan diambil ditengah kondisi jumlah kasus positif virus corona terus mengalami peningkatan sebanyak 37 kasus. Meski tidak mengajukan PSBB, namun berbagai langkah pencegahan penyebaran virus corona terus dilakukan.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (02/05/2020) mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo tidak mengajukan usulan penerapan PSBB ke pemerintah pusat. Keputusan diambil karena banyak pertimbangan kajian teknis serta kendala yang dihadapi. Apabila dipaksakan maka dikhawatirkan justru akan menambah masalah.

Dalam beberapa hari sebelumnya muncul wacana penerapan PSBB setelah terjadi peningkatan kasus positif virus corona. Namun setelah dilakukan kajian dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ternyata Kabupaten Sukoharjo dianggap belum layak menerapkan PSBB. Karena itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo tidak akan mengusulkan penerapan PSBB ke pemerintah pusat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terus melakukan usaha pencegahan penyebaran virus corona. Langkah cepat dilakukan mengingat jumlah kasus terus meningkat total hingga sekarang ada 37 kasus positif virus corona.

Salah satu usaha pencegahan penyebaran virus corona dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dengan tracking terhadap pasien. Kontak erat pasien dengan orang lain terus dilacak agar tidak terjadi penularan virus corona.

“Begitu ada temuan kasus baru dan penambahan kasus maka langsung dilakukan tracking terhadap kontak erat. Kami lacak siapa saja orang yang melakukan kontak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya

Di wilayah Solo Raya jumlah kasus positif virus corona di Sukoharjo merupakan tertinggi mencapai 37 kasus. Wacana penerapan PSBB dianggap efektif apabila dilakukan oleh semua daerah di wilayah Solo Raya. Pembatasan total dilakukan bersama agar penyebaran virus corona tidak terjadi lagi.

Pemeriksaan juga dikakukan petugas kesehatan di Sukoharjo terhadap pemudik atau pendatang. Mereka jadi sasaran mengingat rawan membawa virus dari daerah asal. (Mam)

BERITA REKOMENDASI