Sukoharjo Tinggal Sebelas Kasus Virus Corona Aktif

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Total tinggal sebelas kasus positif virus Corona aktif di Sukoharjo. Sedangkan jumlah kecamatan, desa dan kelurahan dengan status zona hijau terus meningkat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo telah melakukan penanganan semua kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Selasa (23/11/2021) mengatakan, jumlah kasus kumulatif positif sampai dengan 21 November 2021 sebanyak 16.234 kasus. Rinciannya, kasus positif dengan gejala jumlah ditemukan sebanyak 10.935 kasus atau bertambah 5 kasus, jumlah kasus aktif 4 kasus terdiri dari rawat inap 3 kasus dan isolasi mandiri 1 kasus.

Jumlah meninggal dunia 1.375 kasus atau bertambah 1 kasus dan jumlah sembuh 9.559 kasus atau bertambah 3 kasus. Kasus positif tanpa gejala jumlah ditemukan 4.282 kasus atau bertambah 8 kasus, jumlah kasus positif aktif 7 kasus yang semuanya menjalani isolasi mandiri. Jumlah sembuh 4.275 kasus atau bertambah 13 kasus.

Akumulasi kontak erat jumlah ditemukan 26.764 kasus, isolasi mandiri 31 kasus dan selesai pemantauan 26.736 kasus. “Jumlah kasus positif virus Corona aktif total tinggal sebelah kasus. Empat kasus aktif dengan gejala dan tujuh kasus aktif tanpa gejala,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat tidak ditemukan lonjakan kasus positif virus Corona dalam beberapa hari terakhir. Kasus justru terus menurun merata disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. “Angka meninggal dunia 9,0 persen dan sembuh 90,9 persen,” lanjutnya.

Angka kasus meninggal dunia positif virus Corona tertinggi berada di Kecamatan Polokarto sebanyak 11,7 persen. Sedangkan tiga kecamatan tertinggi lainnya, Kecamatan Grogol 11,4 persen, Kecamatan Bendosari 10,6 persen, Kecamatan Sukoharjo 10,3 persen.

Yunia menambahkan, kesembuhan tertinggi berada di Kecamatan Mojolaban sebanyak 93,1 persen. Tinggi berikutnya, Kecamatan Bulu 92,4 persen, Kecamatan Baki 92,2 persen, Kecamatan Nguter 92,0 persen. “Kabupaten Sukoharjo masih zona kuning atau tingkat risiko penyebaran virus Corona rendah,” jelasnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI