Sukoharjo Zona Merah, Positif Covid Tembus 909 Orang

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Status zona merah Kabupaten Sukoharjo semakin mengkhawatirkan. Jumlah kumulatif di Sukoharjo tembus 909 kasus dan 48 kasus diantaranya meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Rabu (21/10/2020) mengatakan ada kenaikan signifikan terkait jumlah kasus positif virus corona di Sukoharjo. Senin (19/10/2020) lalu jumlah kasus positif virus corona hanya ada 876 kasus, maka dua hari berikutnya Rabu (21/10/2020) naik menjadi 909 kasus.

Sebanyak 909 kasus positif virus corona tersebut rinciannya, 74 kasus isolasi mandiri, 26 kasus rawat inap, 2 kasus isolasi mandiri di rumah sehat di wilayah Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, 759 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 48 kasus meninggal. Jumlah kasus positif virus corona terus ditekan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dengan berbagai upaya.

“Ada kenaikan signifikan dan akumulasi kasus mencapai 909 kasus positif virus corona. 48 kasus diantaranya meninggal dunia dan status Kabupaten Sukoharjo masih zona merah atau dengan tingkat penularan virus corona tinggi,” ujarnya.

Jumlah kasus meninggal dunia juga meningkat setelah melihat data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dimana pada Senin (19/10/2020) hanya ada 43 kasus meninggal dunia dan Rabu (21/10/2020) naik menjadi 48 kasus. Kenaikan lima kasus meninggal dunia tersebut merupakan warga dari beberapa wilayah.

“Data kontak erat terakumulasi sebanyak 3.229 kasus. Mereka merupakan kontak erat dari kasus positif virus corona yang ada di Sukoharjo,” lanjutnya.

Sebanyak 3.229 kasus kontak erat tersebut rinciannya, 35 kasus baru, 524 kasus isolasi mandiri, 3.194 kasus lama dan 2.705 kasus selesai pemantauan. Dari data tersebut pengawasan ketat dilakukan terhadap kontak erat baru dan isolasi mandiri.

“Akumulasi data suspek ada 842 kasus, rinciannya 9 kasus isolasi mandiri, 772 kasus selesai pemantauan, 46 kasus rawat inap, 15 kasus meninggal dunia dan 332 kasus swab negatif,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI