Sungai Bengawan Solo Berpotensi Banjir

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Sungai Bengawan Solo menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba. Dampak kejadian banjir kerap membawa masalah yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Langganan banjir sering terjadi di Sungai Bengawan Solo karena kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang sudah kritis.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyebut, kerusakan  DAS di alur Sungai Bengawan Solo saat ini pada tingkat sangat kritis. Ada sekitar 1.122 kilometer persegi aliran sungai berpotensi banjir. Sungai mengalami kritis disebabkan oleh beberapa faktor, yakni alam dan perilaku manusia.

Kepala BBWSBS, Charisal Akdian Manu mengatakan, perbaikan Sungai Bengawan Solo yang sudah kritis membutuhkan waktu panjang, yakni selama 40 tahun. Karena dalam 20 tahun kedepan, BBWSBS memperkirakan baru bisa menurunkan kerusakan sungai dari 1.122 kilometer persegi menjadi 434 kilometer persegi sedangkan sisanya 2% diselesaikan 20 tahun berikutnya.

"Menjaga sungai perlu konsisten dalam tata ruang. Artinya, dalam tata ruang sudah jelas ada kawasan budidaya dan kawasan lindung. Kalau tertib komitmen dalam melaksanakan tata ruang secara baik maka kondisi sungai bisa terjaga," ujar Charisal di sela acara Workshop Informasi Bencana Wilayah Sungai Bengawan Solo di Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, Kamis (12/10/2017).

Dijelaskan saat ini memasuki awal musim hujan, sehingga perlu antisipasi secara dini jika terjadi bencana banjir karena peristiwa tersebut merupakan masalah utama yang terjadi di Sungai Bengawan Solo hampir setiap tahunnya. Sehingga perlu adanya upaya guna mengurangi besaran banjir dan dampak kerugian.

"Kita tahu, risiko dari banjir pasti banyak, salah satunya berpengaruh pada kegiatan ekonomi masyarakat. Sering terjadi bahwa karena keterlambatan dalam informasi atau ramalan banjir yang tidak terinformasi secara luas, dampak kerugiannya juga meningkat," ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiagaan dan Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Budi Prasetya, menambahkan, guna mengantisipasi dampak kerugian akibat banjir di Klaten, pihaknya mulai menyiapkan beberapa langkah, yakni menginventarisir sarana prasarana, pendataan tanggul kritis, pemetaan daerah rawan banjir, serta berkoordinasi dengan relawan dan komunitas peduli sungai.

"Berdasarkan pengalaman musim hujan tahun lalu masih banyak terjadi titik banjir. Kami masih mendata ulang guna antisipasi. Kegiatan bersih sungai juga terus digalakkan bersama relawan dan komunitas peduli sungai," ujarnya. (Lia)

BERITA REKOMENDASI