Sungai Bengawan Solo Meluap, 1.310 Jiwa Terdampak Banjir

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.310 jiwa atau 380 kepala keluarga (KK) di empat desa di dua kecamatan di Sukoharjo terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Warga terpaksa mengungsi di tanggul mengingat rumah mereka tidak bisa ditempati karena tingginya air. Petugas dari tim gabungan di Sukoharjo sudah melakukan penanganan berupa evakuasi dan mengirim logistik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Kamis (4/2), mengatakan, hujan deras yang menguyur merata di wilayah Kabupaten Sukoharjo sejak Rabu (3/2) siang membuat debit air Sungai Bengawan Solo dan beberapa sungai lain mengalami kenaikan signifikan. Hujan hingga malam hari belum reda dan mengakibatkan banjir di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Grogol. Kedua kecamatan tersebut menjadi langganan banjir saat musim hujan karena letaknya berada dipinggir aliran Sungai Bengawan Solo.

Banjir semakin meluas dan air bertambah tinggi pada Kamis (4/2) dinihari karena hujan juga belum reda. Selain itu juga terpengaruh kiriman air dari daerah lain membuat debit Sungai Bengawan Solo semakin tinggi. Data BPBD Sukoharjo diketahui banjir di wilayah Kecamatan Mojolaban terjadi ditiga desa meliputi Desa Laban, Desa Tegalmade dan Desa Gadingan. Banjir di Desa Laban terjadi di lima dukuh ada sebanyak 52 KK atau 188 jiwa dan mereka terpaksa mengungsi di tanggul setelah rumah mereka terendam air, di Desa Tegalmade banjir terjadi di dua dukuh ada 94 KK atau 280 jiwa. Sedangkan di Desa Gadingan banjir terjadi di 14 dukuh ada 214 KK atau 767 jiwa terpaksa mengungsi di tanggul.

BERITA REKOMENDASI