Supir Bandel, Praktek Pelanggaran Masih Terjadi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pelanggaran tonase masih saja ditemukan disejumlah wilayah di Sukoharjo. Paling banyak berada di jalur perbatasan. Truk maupun kendaraan berukuran besar dan berat sering ditemukan dilokasi tersebut. Pengawasan dilakukan Dinas Perhubungan Sukoharjo dengan menempatkan petugas dan kamera CCTV. 

Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo Djoko Indrianto, Kamis (25/10/2018) mengatakan, hampir setiap hari menemukan praktek pelanggaran tonase kendaraan. Hal itu diketahui dari laporan petugas di lapangan disejumlah wilayah. Pelanggaran paling banyak dilakukan truk dan bus. Namun tidak sedikit pula mobil bak terbuka diketahui melakukan pelanggaran karena membawa muatan berlebih. 

Pelanggaran tersebut diketahui petugas dan langsung menghentikan sopir truk dan bus. Saat dimintai keterangan para sopir mengaku sengaja melanggar karena ingin memotong jalur agar lebih cepat sampai ke tujuan. Faktor lainnya karena sopir menghindari kemacetan disejumlah jalur utama dengan mengambil jalan perkampungan atau tidak sesuai dengan kelasnya. Dampak dari praktek pelanggaran tersebut banyak ditemukan kerusakan jalan, gorong gorong dan jembatan. Kondisi tersebut menyebabkan munculnya keluhan di masyarakat.

“Petugas di lapangan sudah mengarahkan sopir untuk melewati jalan sesuai kelasnya. Dinas Perhubungan juga sudah memasang rambu petunjuk arah. Namun tetap saja setiap hari masih ada pelanggaran. Temuan itu langsung dilakukan penindakan,” ujar Djoko Indrianto.

Dalam penindakan tersebut Dinas Perhubungan juga berkoordinasi dengan Satlantas Polres Sukoharjo untuk memberikan tilang pada pelaku pelanggaran. Selain itu juga sanksi lain berkaitan dengan kendaraan yang digunakan.

“Misal ternyata KIR-nya sudah habis maka itu kewenangan kami dan pemilik kendaraan harus mematuhinya,” lanjutnya.

Beberapa wilayah yang banyak ditemukan pelanggaran tonase kendaraan seperti di jalur Kecamatan Baki, Gatak, Kartasura. Sebab jalan tersebut menghubungkan dengan daerah lain karen berada di perbatasan Kota Solo dan Kabupaten Klaten.

“Kami juga mengandalkan kamera CCTV untuk memantau lalu lintas kendaraan. Apabila ada temuan pelanggaran maka akan dikoordinasikan dengan petugas yang berjaga di lapangan untuk memberikan penindakan,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI