Tahap Pembebasan Lahan, Proyek Pembangunan JLT Segera Dimulai

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tahapan pelaksanaan pembangunan Jalur Lingkar Timur (JLT) akan dirintis Pemkab Sukoharjo pada Tahun 2019 dengan proses pembebasan lahan secara bertahap. Petugas sudah melakukan pemetaan kebutuhan bidang tanah sekaligus sosialisasi ke warga terdampak proyek. Pada pelaksanaan ini pembebasan lahan akan dilakukan dalam dua tahap.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Jumat (28/6/2019) mengatakan, Pemkab Sukoharjo masih serius untuk merealisasikan pelaksanaan pembangunan JLT. Persiapan proyek sudah dilakukan sejak tahun lalu berupa tahap kajian. Tahap selanjutnya yang akan dilaksanakan tahun 2019 yakni persiapan lahan.

Pada persiapan tersebut Pemkab Sukoharjo melakukan pemetaan kebutuhan lahan yang akan dipakai mengerjakan pembangunan JLT. Pada tahap ini Pemkab Sukoharjo juga telah melaksanakan sosialisasi langsung ke warga terdampak.

“JLT ini akan dibangun Pemkab Sukoharjo sebagai pemenuhan kebutuhan infrastruktur sekaligus mengikuti kondisi perkembangan dimana volume kendaraan yang melintas sangat banyak. Jadi harus diimbangi dengan penyediaan jalan atau jalur baru,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo mengambil titik awal rencana pembangunan JLT di wilayah Kawasan Industri Nguter (KIN) di Kecamatam Nguter. Sedangkan titik akhir berada di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto. Pada titik akhir tersebut nantinya akan terhubung dengan jalur lingkar lain yang jadi proyek pemerintah pusat.

Pelaksanaan pembangunan JLT membutuhkan lahan tidak sedikit karena terbagi dibeberapa wilayah terdampak seperti Kecamatan Nguter, Bendosari dan sebagian Mojolaban atau Polokarto. Lahan tersebut harus dibebaskan terlebih dahulu sebelum dibangun oleh Pemkab Sukoharjo.

“Semua tahapan dilakukan secara cermat dengan melibatkan sejumlah instansi atau pihak terkait. Pemkab Sukoharjo melibatkan seperti dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bagian Hukum dan lainnya. Selain itu juga dilibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo,” lanjutnya.

Keterlibatan BPN sangat penting, Agus menekankan karena institusi tersebut yang berwenang mengurusi pertanahan. Sebab ada banyak bidang tanah akan terkena proyek JLT.

“Status tanah harus jelas sebelum dibebaskan. Apakah itu milik pribadi, yayasan atau lainnya,” lanjutnya.

PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, benar proyek pembangunan JLT akan dijalankan Pemkab Sukoharjo pada tahun 2019. Namun pengerjaan dilakukan secara bertahap diawali dengan proses penyiapan lahan. Pada tahapan ini Pemkab Sukoharjo akan melakukan pembebasan lahan pada jalur yang akan digunakan pembangunan JLT.

“Pembebasan lahan akan dilakukan sekitar dua tahap. Untuk tahap pertama dimulai dari titik awal JLT yakni Nguter – Paluhombo, Bendosari. Sedangkan tahap kedua dari Paluhombo, Bendosari – Mojolaban atau sebagian Polokarto yang terhubung dengan proyek nasional jalur lingkar lainnya,” ujarnya. (Mam)

 

 

BERITA REKOMENDASI