Tahap Pengadaan Lahan, Pemkab Sukoharjo Serius Kerjakan JLT

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo serius kerjakan pembangunan Jalur Lingkar Timur (JLT) pada tahun 2020 ini setelah sebelumnya sudah dirintis sejak tahun 2018 lalu. Tahapan yang dilakukan sekarang yakni menyelesaikan pengadaan lahan. Sedangkan proyek fisik diperkirakan baru dilaksanakan tahun 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo, Selasa (14/1/2020) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sejak tahun 2018 sudah melakukan rintisan pembangunan JLT dengan membuat desain. Dalam perjalanannya ternyata ada perubahan desain. Pada tahun 2019 Pemkab Sukoharjo melakukan tahapan berikutnya salah satunya yakni sosialisasi. Selanjutnya pada tahun 2020 ini akan dikerjakan tahapan berupa pengadaan tanah.

DPUPR Sukoharjo sesuai data nominatif diketahui ada sebanyak 481 bidang tanah yang terkena proyek pembangunan JLT. Data tersebut masih bisa berubah mengingat sekarang sifatnya masih sementara dan belum mendapat penetapan berupa surat keputusan (SK) Bupati.

Secara rinci 481 bidang tanah tersebut terdiri dari tanah dengan status milik warga, kas desa, jalan dan bidang lainnya seperti milik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Khusus untuk tanah milik BBWSBS tersebut berupa tanggul, talud atau aliran sungai.

Dilihat dari letak tanah terkena proyek pembangunan JLT berada di lima desa di dua kecamatan. Rinciannya, di Desa Plesan dan Desa Celep, Kecamatan Nguter. Sedangkan tiga desa lainnya di Desa Manisharjo, Desa Mojorejo dan Desa Bendosari, Kecamatan Bendosari.

“DPUPR Sukoharjo sudah melakukan tahapan awal sosialisasi mengenai rencana Pemkab Sukoharjo membangun JLT. Salah satu materi yang kami sampaikan yakni terkait pengadaan tanah dimana tanah tersebut berada di wilayah lima desa dan dua kecamatan,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo rencananya akan membangun JLT dalam dua tahapan pengerjaan. Untuk tahap pertama dilakukan tahun 2020 berupa pengadaan tahap dan fisik di tahun 2021 melintasi Desa Plesan dan Desa Celep, Kecamatan Nguter, Desa Manisharjo, Desa Mojorejo dan Desa Bendosari, Kecamatan Bendosari. Total panjang jalan sekitar 5,9 kilometer dan lebar jalan 19 meter. Namun pada beberapa titik lebar jalan mencapai hingga kisaran 20-24 meter karena berada di tebing atau bidang miring.

Pada tahap pengadaan tanah tahun 2020 ini Pemkab Sukoharjo menyediakan anggaran sebesar Rp 103 miliar lebih. DPUPR Sukoharjo berharap pada proses selama satu tahun kedepan dapat diselesaikan dengan baik. Selanjutnya pada tahun 2021 proyek fisik JLT bisa dikerjakan.

“Untuk pembangunan fisik JLT membutuhkan dana sekitar Rp 300 miliar. Kebutuhan itu sangat besar bagi Pemkab Sukoharjo dan kemungkinan akan meminta bantuan ke pemerintah pusat,” lanjutnya.

Tahap pertama apabila selesai sesuai rencana maka Pemkab Sukoharjo akan melanjutkan ke tahap kedua. Untuk tahap kedua pembangunan akan dilanjutkan mulai dari Bendosari hingga ke Mojolaban sejauh sekitar 7 kilometer – 8 kilometer lagi. Total keseluruhan JLT yang akan dikerjakan Pemkab Sukoharjo sejauh 12 kilometer – 13 kilometer mulai dari Nguter hingga Mojolaban.

“Pelaksanaan tahap kedua nanti prosesnya sama dengan tahap pertama. Mulai dari sosialisasi, pengadaan tanah hingga pembangunan fisik JLT,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo sendiri sengaja membangun JLT untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan. Selain itu mempermudah akses bagi investor mengingat jalur yang digunakan berada di Kawasan Industri Nguter. Kendaraan berukuran besar dan berat sering jadi penyebab kemacetan lalu lintas saat melintas di tengah kota.

“Harapannya kendaraan besar dari pabrik di Kawasan Industri Nguter bisa memiliki akses sendiri melalui JLT dan tentunya JLT juga bisa digunakan masyarakat umum untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan,” lanjutnya. (Mam)

JLT

BERITA REKOMENDASI