Tahap Pertama JLT, Pembebasan Lahan Lintasi Lima Desa

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Lima desa di dua kecamatan akan terkena dampak rencana pembangunan Jalur Lingkar Timur (JLT). Pemkab Sukoharjo hingga akhir tahun 2019 fokus pada pembebasan lahan. Selanjutnya tinggal melaksanakan pembangunan. Proses pembangunan sengaja dilakukan secara bertahap karena besarnya kebutuhan anggaran.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Rabu (3/7/2019) mengatakan, sesuai perencanaan pembangunan JLT pada tahap pertama diketahui memiliki ukuran panjang 5,9 kilometer dan lebar lahan yang akan dibebaskan sekitar 18 meter. Untuk pelaksanaan pembangunan tersebut maka tahap terdekat yang segera perlu dilaksanakan yakni pembebasan lahan.

DPUPR Sukoharjo sudah memetakan wilayah terdampak rencana pembangunan JLT tahap pertama meliputi, Desa Celep, Desa Plesan di Kecamatan Nguter, Desa Manisharjo, Desa Mojorejo dan Desa Bendosari di Kecamatan Bendosari. Lahan yang akan terkena proyek sudah dipetakan dan selanjutnya dibebaskan sebagai bagian dari proses pembangunan JLT.

"Tahap pertama pembangunan JLT ya itu melintasi lima desa. Nanti JLT ini akan terhubung dengan jalur Sugihan – Paluhombo di Bendosari dimana jalan disana masuk dalam proyek peningkatan jalan," ujarnya.

Lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan JLT memiliki status beragam berupa sawah, tanah pekarangan, dan sebagian lain dalam bentuk bangunan. Petugas sudah melakukan pendataan sekaligus pemetaan terhadap lahan terdampak proyek yang akan dibebaskan.

Pemkab Sukoharjo pada pelaksanaan pembangunan JLT tahap pertama baru menyediakan anggaran pembebasan lahan. Sedangkan pelaksanaan pembangunan belum disediakan. "Besaran anggaran soal pembangunan JLT itu teknis sekali jadi kewenangan Pemkab Sukoharjo. Nominalnya kemungkinan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Sebab sekarang saja untuk pembebasan lahan tahap pertama saja belum terlaksana," lanjutnya.

Rencananya pada beberapa minggu kedepan akan dilakukan paparan oleh pihak konsultan terkait pembangunan JLT. Dalam kesempatan tersebut diharapkan bisa diketahui mengenai teknis pelaksanaan proyek.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, Pemkab Sukoharjo masih serius untuk merealisasikan pelaksanaan pembangunan JLT. Persiapan proyek sudah dilakukan sejak tahun lalu berupa tahap kajian. Tahap selanjutnya yang akan dilaksanakan tahun 2019 yakni persiapan lahan. 

Pada persiapan tersebut Pemkab Sukoharjo melakukan pemetaan kebutuhan lahan yang akan dipakai mengerjakan pembangunan JLT. Pada tahap ini Pemkab Sukoharjo juga telah melaksanakan sosialisasi langsung ke warga terdampak. 

“JLT ini akan dibangun Pemkab Sukoharjo sebagai pemenuhan kebutuhan infrastruktur sekaligus mengikuti kondisi perkembangan dimana volume kendaraan yang melintas sangat banyak. Jadi harus diimbangi dengan penyediaan jalan atau jalur baru,” ujarnya. 

Pemkab Sukoharjo mengambil titik awal rencana pembangunan JLT di wilayah Kawasan Industri Nguter (KIN) di Kecamatam Nguter. Sedangkan titik akhir berada di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto. Pada titik akhir tersebut nantinya akan terhubung dengan jalur lingkar lain yang jadi proyek pemerintah pusat. 

Pelaksanaan pembangunan JLT membutuhkan lahan tidak sedikit karena terbagi dibeberapa wilayah terdampak seperti Kecamatan Nguter, Bendosari dan sebagian Mojolaban atau Polokarto. Lahan tersebut harus dibebaskan terlebih dahulu sebelum dibangun oleh Pemkab Sukoharjo. 

“Semua tahapan dilakukan secara cermat dengan melibatkan sejumlah instansi atau pihak terkait. Pemkab Sukoharjo melibatkan seperti dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bagian Hukum dan lainnya. Selain itu juga dilibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo,” lanjutnya. 

Keterlibatan BPN sangat penting, Agus menekankan karena institusi tersebut yang berwenang mengurusi pertanahan. Sebab ada banyak bidang tanah akan terkena proyek JLT. 

“Status tanah harus jelas sebelum dibebaskan. Apakah itu milik pribadi, yayasan atau lainnya,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI