Tahun 2026 Indonesia Targetkan Ekspor Sapi

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau Upsus Siwab dengan inseminasi buatan untuk percepatan populasi sapi yang dimulai sejak 2017 lalu, dinilai berhasil dalam meningkatkan populasi sapi di Indonesia. Selain peningkatan kualitatif populasi, program tersebut juga berimbas dalam mengubah paradigma pengelolaan sapi oleh peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, saat kunjungan kerja di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Selasa (20/3) menjelaskan melalui program Siwab yang dimulai 2017 lalu hingga sekarang, sebanyak 4,9 juta ekor sapi telah diinseminasi buatan, dengan capaian sapi bunting sebanyak hampir 2,2 juta ekor. Sementara total polulasi sapi di Indonesia saat ini sekitar 16 juta ekor.

Tahun ini, total inseminasi buatan sebanyak 3 juta dosis. Dengan tingkat kebuntingan sebanyak 70 persen, jumlah sapi bunting dari dari program ini diperkirakan sebanyak 2,5 juta ekor. "Kalau sudah bunting kemungkinan lahir tinggi. Yang berat itu kalau belum bunting," terangnya.

Melalui program ini, sebutnya, juga mendorong perubahan paradigma peternak dalam upaya menambah populasi sapi. Semisal karena inseminasi buatan dilakukan secara gratis, banyak peternak yang tertarik dan mulai beternak sapi betina yang bisa mendorong jumlah bibit dan bisa meningkatkan produksi susu.

"Perubahan paradigma ini yang ingin saya rubah. Dulu peternak hanya pelihara sapi jantan untuk dipotong. Tapi sekarang mulai banyak yang pelihara sapi betina sebab pemerintah banyak memberikan bantuan, misal inseminasi buatan secara gratis dan sebagainya," jelasnya.

Selain program Siwab, upaya lain yang akan dilakukan adalah menyediakan sapi bibit unggul. Tahun ini pihaknya berencana mendatangkan 15 ribu bibit sapi unggul, kemungkinan dari Australia. "Untuk mendorong populasi dan kualitas genetik sapi, kita akan datangkan bibit unggul untuk dibagikan kepada peternak ataupun UPTD," kata Diarmita.

Dengan berbagai program peningkatan populasi sapi tersebut, bila berjalan lancar, pihaknya menargetkan pada tahun 2026 nanti populasi sapi di Indonesia sudah mencapai 33 juta ekor sehingga surplus dan sangat mungkin untuk diekspor. "Saya harap bisa seperti itu. Makanya program peningkatan populasi sapi harus sustainable atau berkelanjutan," pungkasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI