Tak Penuhi Rasio, ‎Guru Terancam Kehilangan Tunjangan Sertifikasi

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Banyak guru SD di Boyolali terancam kehilangan tunjangan sertifikasi karena SD tempatnya mengajar tak memenuhi rasio jumlah guru dan siswa.

Usai Upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 71 di Stadion Pandan Arang Boyolali, Jum’at (25/11), ‎Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali Abdul Rahman mengatakan, salah satu sy‎arat bagi guru untuk penerima tunjangan sertifikasi yakni memenuhi rasio jumlah guru dengan murid, dimana untuk guru TK dan SMK perbandingannya 1 banding 15, sementara untuk guru SD, SMP, dan SMA rasionya 1 banding 20.

Namun khusus untuk SD, saat ini dari 580 SD di Boyolali, ada 300 SD yang dinilai jumlah muridnya minim sehingga rasio perbandingan guru dan siswa tak memebuhi syarat. ‎SD yang jumlah muridnya minim tersebut banyak tersebar di wilayah Boyolali utara seperti Kecamatan Wonosegoro, juwango, Kemusu, serta di wilayah kaki Merbabu-Merapi seperti Selo, Cepogo dan sebagian Musuk‎.

‎"Banyak SD yang rasionya masih belum seimbang, jumlah muridnya terlalu sedikit," kata Abdul.

Keterbatasan jumlah siswa SD tersebut, imbuhnya, disebabkan jumlah anak usia sekolah yang sedikit, bukan karena adanya anak usia SD yang tidak sekolah.

Dalam waktu dekat, beberapa elemen PGRI se-Soloraya akan ke jakarta untuk menyampaikan aspirasi dan ‎memperjuangkan agar para guru yang jumlah rasionya kurang tersebut tetap mendapat tunjangan.

Sementara dalam upacara peringatan hari guru, Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat mengatakan, pihaknya akan terus mendurong kesejahteraan guru, mengingat mereka merupakan ujung tombak dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Dengan mentranformasikan ilmunya kepada generasi pe‎nerus. (R-11)

 

BERITA REKOMENDASI