Tak Punya Alat Pengolah Darah, Permintaan Trombosit Ditolak

BOYOLALI (KRjogja.com.) – Pengadaan pemisah komponen darah atau refigerated centrifuge di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Boyolali, dinilai mendesak dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Alat ini biasanya dibutuhkan sebagai pengadaan trombosit darah bagi penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).

Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela PMI Cabang Boyolali, Wahyu Budi Setiawan, Minggu (18/09/2016) menjelaskan belum bisa melakukan pengadaan trombosit darah. Hal ini merupakan salah satu unsur darah yang proses pemisahannya menggunakan alat  refigerated centrifuge. Karena itu, terpaksa menolak dan merujuk permintaan tersebut ke PMI lain yang sudah punya alat pengolah darah tersebut, yakni ke PMI Solo atau PMI Klaten.

“Penderita demam berdarah membutuhkan trombosit. Namun karena kami belum punya alat pemngolah darah, pemohon kami arahkan ke PMI lain. Padahal untuk pasien DBD, kebutuhan trombosit ini kan cukup mendesak,” kata Wahyu.

Dia mencatat stiap kali terjadi ledakan DBD di Boyolali yang biasanya terjadi pada pergantian musim, rata-rata ada sebanyak 500-an permintaan trombosit ke PMI Cabang Boyolali. Satu penderita DBD biasanya memerlukan dua sampai empat kantong trombosit. Sedang untuk satu kantong trombosit dipilah dari dua kantong darah. (R-11)

BERITA REKOMENDASI