Tanah Kas Desa Sanggrahan Diduga Disalahgunakan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebidang tanah milik kas desa seluas 3.900 meter persegi di Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol diduga disalahgunakan untuk bangunan permanen pabrik. Kejadian tersebut membuat resah warga dan melaporkannya petugas berwenang untuk segera ditindaklanjuti.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol Sri Waluyo, Kamis (25/10/2018) mengatakan, dugaan pelanggaran sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Tanah kas desa yang sebelumnya merupakan lahan hijau berupa persawahan berubah menjadi bangunan pabrik. Perubahan tersebut diduga dilakukan sepihak dan tidak diketahui oleh warga.

Tanah kas desa tersebut merupakan tanah bengkok jatah salah satu perangkat desa di Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol. Tanah tersebut kemudian disewakan ke pihak lain karena tidak digarap sendiri. Sistem sewa tersebut membuat warga resah karena ternyata tanah yang seharusnya untuk pertanian justru didirikan bangunan.

“Tanah yang seharusnya digarap disewakan oleh perangkat desa ke pihak kedua. Selanjutnya pihak kedua ini disewakan lagi ke pihak ketiga dan digunakan untuk bangunan pabrik. Padahal tanah itu statusnya tanah desa dan masih lahan hijau untuk pertanian,” ujarnya.

Warga sudah berusaha meminta penjelasan kepada pihak Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol. Namun jawaban yang diterima belum memuaskan.

“Warga mempertanyakan aturannya dan prosesnya. Kalau itu tanah kas dan lahan hijau apa boleh untuk bangunan apalagi pabrik. Selain itu untuk mendirikan bangunan apa tidak memerlukan izin,” lanjutnya.

Warga yang resah atas kejadian tersebut kemudian melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Polres dan Inspektorat Sukoharjo. Warga berharap petugas berwenang segera melakukan pemeriksaan dan menuntaskan masalah.

“Warga hanya meminta ditegakannya aturan. Petugas harus melakukan pemeriksaan. Kalau memang itu bersalah maka harus diproses hukum,” lanjutnya.

Kuasa hukum warga dan Komunitas Masyarakat Peduli Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol Slamet Riyadi mengatakan, sudah mendengar keluhan warga dan kejadian tersebut juga telah dilaporkan ke petugas berwenang salah satunya Kejari Sukoharjo. Menurutnya sesuai informasi warga tanah kas desa seharusnya hanya bisa digunakan untuk pertanian karena masih lahan hijau. Namun kenyataanya digunakan untuk bangunan pabrik dan itu sudah berdiri sejak dua tahun. (Mam)

BERITA REKOMENDASI