Tanaman ‘Bacek’ Petani Kedelai Rugi

KLATEN (KRjogja.com)- Petani di wilayah Cawas mengeluh, tanaman kedelai yang di sawahnya sebagian mati akibat terguyur hujan beberapa waktu terakhir.

"Banyak yang mati karena terlalu banyak air (bacek), sehingga pertumbuhan tanmaan tidak bagus, dan mati,” kata Wiro, salah seorang petani kedelai di Cawas, Minggu (04/09/2016).

Beberapa petani mengatakan, prediksi mereka keliru, karena seharusnya pada bulan-buan ini sudah memasuki musim kemarau panjang. Kenyataanya masih sering turun hujan, sehingga banyak kedelai yang tidak tumbuh. Di sisi lain, jika mereka akan mengganti tanaman kedelai dengan padi, juga kawatir jika sewaktu-waktu tidak turun hujan lagi. Apalagi, wilyah Cawas merupakan daerah sulit irigasi, pada musim kemarau. "Hujan salah mongso (anomali musim), benar-benar membuat petani bingung, dan menimbulkan kerugian. Mau tanam padi takut tidak ada air, pas tanam kedelai malah terendam hujan,” tambah Wiro.
 
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten Ir Wahyu Prasetyo sebelumnya mengemukakan,target tanam kedelai tahun 2016 sebanyak 2.700 hektar, namun baru tercapai sekitar 1.730 hektar. Kendala utama pada masalah adalah anomali cuaca. “memang para petani mengeluh tanaman kedelai tidak bisa tumbuh berkelanjutan, bahkan beberapa wilayah yang sudah tanam kedelai, beralih ke tanaman selain kedelai, seperti padi. Ada uga yang berhenti tanam atau kesanya sawah mereka dibiarkan bero/kosong. (Sit)

BERITA REKOMENDASI