Target PTSL 30 Ribu Bidang di Klaten Tak Tercapai

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Klaten merevisi target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018.

Kepala ATR/BPN Klaten Sudjarno didampingi Kasi Hubungan Hukum Pertanahan, Samta Prayitna, di sela acara Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional tahun 2018, Senin (24/9) mengemukakan, semula ATR/BPN Klaten memasang target penyelesaian PTSL sebanyak 10.000 bidang. Namun dalam perjalanan waktu target tersebut mengalami penambahan sebanyak dua kali. Semula ditambah menjadi 20.000 bidang, lalu ditambah lagi menjadi 30.000 bidang. Penambahan tersebut untuk menyesuaikan target penyelesaian PTSL di tingkat Propinsi Jawa Tengah.

Untuk target 30 ribu bidang telah ditetapkan obyek di 64 desa, dari 18 kecamatan. Sudah lakukan pengukuran ,pemetaan dan pengumpulan data yuridis. “Sekarang tinggal proses di kantor pertanahan. Proses pengumuman, pengesahan, hingga penandatanganan sertifikat. Riil sudah 7 ribuan yang ditandatangani, selebihnya dalam proses,” kata Sudjarno.

Namun demikian, lanjut Sudjarno, dari 18 desa, hanya bisa terpenuhi 16.200 bidang. Itupun sudah termasuk aset-aset desa, tanah bengkok dan bondo desa yang jumlahya hampir 3700 bidang.

“Untuk itu kami sudah melakukan revisi target dari 30 ribu menjadi 16.200. Sudah diajukan ke pusat, tinggal nunggu keluarnya surat revisi,” jelas Sudjarno.

Lebih lanjut dijelaskan, tidak tercapainya target 30 ribu bidang, dikarenakan obyek di Klaten sudah minim. Hampir 90 persen tanah di Klaten sudah bersertifikat. Yakni dari 670.880 bidang tanah, yang sudah bersertifikat sebanyak 598.670, atau 89,23 persen. Yang belum bersertifikat hanya 72.210 bidang atau sekitar 10,77 persen.

Dalam cara tersebut BPN Klaten juga menyerahkan sertifikat kepada perwakilan dari instansi pemerintah, lembaga swasta maupun sertifikat tanah untuk perorangan. Secara simbolis dilakukan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani didampingi Sudjarno. (Sit)

 

BERITA REKOMENDASI