Tegalmuyo Krisis Air Bersih, Polres Bantu 40 Ribu Liter

Editor: Agus Sigit

KLATEN, KRjogja.com – Polres Klaten melakukan droping 40.000 liter air bersih untuk warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Klaten, Kamis (26/8/21). Bantuan sebanyak 40.000 liter air bersih diangkut dengan delapan unit truk tangki. Pemberangkatan armada pengangkut air dilakukan secara simbolis oleh Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo di Mapolres setempat.

Kapolres Klaten melalui Kasi Humas Iptu Abdillah mengatakan, kegiatan bakti sosial dilaksanakan karena daerah Tegalmulyo saat ini sudah mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, banyak warga yang harus membeli air bersih.

Kasi Humas menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian Polres Klaten atas kondisi masyarakat Desa Tegalmulyo. Diharapkan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19 dan pemberlakuan PPKM. Masih menurut Kasi Humas, penyaluran bantuan air bersih juga akan dilakukan wilayah lain yang mengalami kekeringan. Harapannya seluruh desa yang mengalami kekeringan dapat terbantu.

Kades Tegamulyo, Sutarno menyatakan terimakasih atas bantuan air bersih dari Polres tersebut. Setiap kemarau warga desanya selalu mengalami krisis air bersih. Selain harus memenuhi kebutuhan dengan membeli air bersih pada pihak ketiga, warga juga berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak lain.

Embung Tirta Mulya Perlu Ditingkatkan.

Terpisah, Dipo, salah satu warga Desa Tegalmulyo saat ditemui di rumahnya mengatakan, kadang terpaksa tidak memasak, karena tidak memiliki air bersih. Ia tidak memiliki bak tandon air, sehingga hanya mengandalkan simpanan air bersih pada beberapa drum plastik dengan kapasitas kecil.

Sejumlah warga berharap agar embung Tirta Mulya bantuan dari PT Tirta Investama bisa ditingkatkan fungsinya agar bisa dimanfaatkan sebagai air minum. Embung yang dibangun sekitar lima tahun lalu tersebut, kini baru dimanfaatkan untuk menyiram tanaman ladang warga sekitar.

Terkait hal itu, Kepala Desa Tegalmulyo mengemukakan, pemerintah desa tidak memiliki dana yang cukup untuk perawatan. “Saya sudah pernah menemui pimpinan Aqua, agar embung bisa dimaksimalkan, karena belum menyentuh ke kebutuhan yang paling pokok, yakni kebutuhan air bersih. Katanya mau diupayakan, dan sampai sekarang kami masih menunggu,” kata Kades.(Sit)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI