Tempat Mangkal Disikat Satpol PP, PGOT Kabur

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Tujuh lokasi menjadi tempat rawan disalahgunakan untuk mangkal pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) dan anak punk. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo rutin melakukan patroli pengawasan termasuk penangkapan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Sutarmo, Rabu (14/9/2016) mengatakan, lokasi paling rawan berada di tengah kota yakni di simpang lima Tugu Adipura meliputi Jalan Veteran, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Dr Moewardi dan Jalan Slamet Riyadi. Lokasi rawan lainnya di Buk Bolong, simpang empat kantor Setda Sukoharjo, simpang empat Patung Jamu Bulakrejo, simpang empat Telukan, Patung Kuda Solo Baru Grogol dan Tanjung Anom Grogol.

Dilokasi tersebut petugas sering menemukan keberadaan PGOT berkeliaran. Mereka datang paling banyak disaat musiman seperti waktu puasa ramadan dan lebaran. Di luar itu juga ditemukan beberapa orang PGOT sengaja datang untuk mencari uang.

PGOT tersebut bukan warga asli Sukoharjo melainkan hanya pendatang dari luar daerah. Mereka sengaja datang berkeliaran disejumlah titik rawan demi bisa mendapatkan uang dengan cara meminta kepada pengguna jalan dan warga sekitar.

Keberadaan PGOT tersebut sering dikeluhkan oleh warga karena mereka meminta uang dengan cara paksa. Selain itu PGOT juga meresahkan karena berkeliaran tidak tentu arah. “Patroli terus kami lakukan apalagi PGOT sering datang tanpa sepengetahuan petugas,” ujar Sutarmo.

Para PGOT sering memanfaatkan kelengahan petugas disaat tidak melakukan patroli mereka datang ke lokasi. Namun disaat dilakukan patroli PGOT justru sering menghindar. “Selain PGOT juga banyak ditemukan anak punk dan diresahkan masyarakat. Mereka menjadi sasaran kami untuk ditertibkan,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI