Terapkan Efisiensi Anggaran, Dana Pembangunan Boyolali 2020 Meroket!

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tahun 2020 mendatang, anggaran pembangunan infrastruktur di Boyolali meningkat pesat, dengan nilai hampir mencapai Rp1 triliun. Infrastruktur di wilayah utara Boyolali akan menjadi prioritas untuk dibenahi. 

Bupati Boyolali, Seno Samodro, Minggu (29/12/2019) mengatakan, pada tahun 2020, ada peningkatan signifikan untuk anggaran infrastruktur, yakni dari Rp600 miliar meningkat mencapai hampir Rp1 triliun. Anggaran belanja modal untuk pembangunan itu sudah dirancang dalam APBD 2020 yang ditujukan untuk peningkatan frastruktur, terutama infrastruktur fisi, yang separuh lebih ditujukan untuk peningkatan infrastruktur fisik berupa jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Dana pembangunan di Boyolali makin besar pada tahun 2020 nanti, sekitar satu triliun rupiah kurang sedikit," katanya. 

Untuk infrastruktur fisik, terutama jalan, wilayah Boyolali utara mendapat porsi dana pembangunan yang paling besar. Sebenarnya dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan atau perbaikan jalan di Boyolali utara terus dilakukan, namun karena kondisi geologis wilayah yang labil menyebabkan infrastruktur jalan cepat rusak. Oleh karenanya, Pemkab memutuskan pembangunan atau perbaikan jalan dengan betonisasi. Meski lebih mahal dibanding aspal, namun kualitas jalan lebih awet. 

"Selain perbaikan atau peningkatan jalan, juga akan ada pembangunan jalan baru sepanjang 1,3 km selebar 20 meter, pembangunan jembatan dan lainnya," jelasnya.

Besarnya peningkatan dana pembangunan ini, sebutnya, karena Pemkab berhasil melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang untuk dialihkan ke belanja modal yang bisa langsung berimbas ke masyarakat. 

Inspektur Inspektorat Boyolali, Insan Adi Asmono menambahkan, berbagai kebijakan efisiensi anggaran dilakukan oleh Pemkab agar anggaran yang tersedia benar-benar bisa efektif. Misal penghapusan perjalanan dinas didalam kota, biaya makan minum dan makanan ringan untuk rapat, honorarium, alat tulis kantor (ATK), hingga pengurangan penggunaan kertas sebab Pemkab Boyolali sudah mulai menerapkan paperless di berbagai bidang, diganti dengan data digital dengan smart city.

Bahkan mulai tahun depan, tak ada lagi dinas di lingkungan Pemkab Boyolali yang menyelenggarakan rapat atau acara diluar wilayah Boyolali. "Kecuali dari kita (pejabat di Pemkab Boyolali) yang menghadiri acara yang diselenggarakan oleh instansi-instansi diluar Pemkab Boyolali," tegasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI