Terduga Teroris Asal Waringinrejo Ikut Ditangkap Densus 88

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – MI (45) warga Dukuh Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol diduga terlibat teroris dan ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Petugas melakukan penggeledahan rumah yang ditempati MI dan menyita sejumlah barang bukti. Salah satu diantaranya berupa buku catatan kecil tentang cara pembuatan bom.

Baca Juga: Densus AT 88 Ringkus 3 Terduga Teroris di Solo

Kepala Desa Cemani, Kecamatan Grogol Hadi Indrianto, Selasa (19/11/2019) mengatakan, MI ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada Senin (18/11/2019) sore. Namun dimana tempat penangkapan dan terkait kasus apa, Hadi Indrianto tidak mengetahui pasti. Sebab hal tersebut hanya diketahui dan menjadi wewenang Densus 88.

Hadi Indrianto juga mengatakan tidak melihat secara langsung proses penangkapan terhadap MI. "Saya hanya diminta dari pihak Densus 88 Antiteror Mabes Polri untuk menjadi saksi melihat proses penggeledahan rumah yang ditempati MI. Dari keterangan petugas itu saya tahu MI baru saja ditangkap Densus 88. Tapi soal kasus teroris apa saya tidak tahu itu kewenangan Densus 88," ujarnya.

Proses penggeledahan rumah berlangsung tertutup hanya disaksikan oleh Densus 88 dan sejumlah pihak terkait. MI diketahui menempati sebuah rumah di RT 1 RW 19 Dukuh Waringinrejo, Desa Cemani Kecamatan Grogol. Di rumah tersebut MI tinggal bersama isteri dan keluarga lainnya. 

Hasil penggeledahan rumah MI petugas menemukan dan melakukan penyitaan puluhan jenis barang bukti seperti bendera HTI, Bendera ISIS, puluhan keping CD soal jihad, buku catatan cara pembuatan bom, stiker HTI ISIS dan jihad, serta buku buku jihad. Polisi juga mengamankan ketapel, replika senjata laras panjang dan senjata api rakitan. 

Tak hanya itu, dua buah tas yang berisi penuh dengan barang barang berupa, uang tunai dan sejumlah telepon genggam juga disita. Semua barang tersebut sekarang sudah dibawa dan diamankan Densus 88.

"Ada banyak benda ditemukan dalam rumah MI dan disita sebagai barang bukti oleh Densus 88. Salah satu barang bukti yang ditemukan berupa buku catatan kecil bertuliskan tangan tentang cara pembuatan bom," lanjutnya.

Khusus untuk temuan buku catatan kecil itu membuat kaget karena berisi tentang cara membuat bom. Namun menurut Hadi Indrianto saat dilakukan penggeledahan di rumah MI tidak ditemukan bom.

Atas penangkapan oleh Densus 88 terhadap salah satu warga membuat Pemerintah Desa Cemani, Kecamatan Grogol meminta pada masyarakat untuk tenang. Masyarakat tetap harus menjaga kondusifitas daerah bersama. "Soal penangkapan ini kami serahkan sepenuhnya penanganan pada petugas. Sebab kami sendiri di pemerintah desa tidak mengetahui apa dan siapa MI ini. Biarkan Densus 88 bekerja dan masyarakat kami minta tenang," lanjutnya.

Warga Dukuh Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol Sri Warningsih mengatakan, warga sempat melihat MI pada Senin (18/11/2019) siang disekitar kampung. Karena itu warga kaget saat puluhan petugas kemudian melakukan penggeledahan rumah MI pada Senin (18/11/2019) sore.

Baca Juga: Penangkapan Terduga Teroris juga Dilakukan di Manang

"Saat polisi melakukan penggeledahan di rumah MI sudah tidak terlihat. Hanya beberapa petugas terkait saja yang ada," ujarnya.

Warga mengenal MI bekerja sebagai penjual buku dan bendera keliling. Selama tinggal di rumah MI juga sering berkumpul dan bertemu dengan warga sekitar kampung.

"MI orangnya mudah bergaul dengan warga sekitar kampung. Kesehariannya dikenal warga bekerja jualan buku dan bendera," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI