Terjatuh Dan Pingsan, Tim SAR Evakuasi Pendaki Merapi

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Pendaki, Musriri (30), warga Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, terpaksan dievakuasi Tim SAR setelah terjatuh dan pingsan saat turun dari puncak Merapi, Kamis (21/09/2017) pagi. Insiden tersebut sangat disayangkan, mengingat batas pendakian sebenarnya hanya sampai di kawasan Pasar Bubrah saja dan perlu izin khusus untuk mendaki hingga ke puncak. 

Dari informasi yang dihimpun, ‎Musiri mendaki Merapi pada Rabu (20/09/2017) petang bersama lima rekannya untuk merayakan malam Sura. Pada Kamis (21/09/2017) sekitar Pukul 06.30 WIB dalam perjalanan turun dari puncak  menuju kawasan Pasar Bubrah tersandung hingga jatuh tersungkur. Tubuhnya berguling sejauh lima meter. ‎Selain menderita lecet di dagu, telinga, dan kaki, usai terjatuh ia langsung pingsan. 

Baca Juga :

Disayangkan, Pendaki Beraktivitas Di Puncak Merapi

Merapi Keluarkan Suara Dentuman

‎Tri Wahyudi‎, rekan  Musiri menceritakan langsung memberikan pertolongan dengan obat-obatan yang dibawa. Sekitar Pukul 07.30 WIB setelah tersadar, korban mencoba dipapah untuk turun. Namun, korban terus muntah-muntah selama perjalanan. Tak mau mengambil resiko, Tri Wahyudi turun duluan untuk menghubungi tim SAR. Sedangkan korban turun dari dibawa rekan lainnya dengan tandu darurat yang dibuat menggunakan kantong tidur. 

Tim SAR yang mendapat laporan dari Tri Wahyudi kemudian melakukan penjemputan untuk proses evakuasi dan sampai di basecamp pendakian sekitat pukul 14.30 WIB. "Ketemu Tim SAR di Pos satu," ‎ucapnya. 

Usai dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Selo untuk selanjutnya dirujuk ke RSUD Pandanarang untuk perawatan lebih lanjut. (Gal)

BERITA REKOMENDASI