Terjerat Pungli, Status Camat Baki Dimungkinkan Naik Jadi Tersangka

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Status Camat Baki Taufik Hidayat dimungkinkan dinaikan dari saksi menjadi tersangka terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) izin pendirian tower menara telekomunikasi. Penyidik melakukan pemeriksaan secara marathon dengan memanggil semua petugas terkait perizinan. Pemeriksaan berjalan tertutup oleh tim Polda Jawa Tengah meminjam tempat di kantor Inspektorat Sukoharjo.

Ketua Tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah Kompol Fadli, Kamis (24/5/2018) mengatakan, pemeriksaan masih dilakukan setelah ada penangkapan terhadap Camat Baki Taufik Hidayat pada Rabu (23/5/2018). Pemeriksaan dilakukan di Mapolsek Grogol. Sedangkan pemeriksaan pada hari kedua dilaksanakan di kantor Inspektorat Sukoharjo pada Kamis (24/5/2018).

"Kami akan melaporkan pada pimpinan di Polda terkait kasus ini dan termasuk kesiapan gelar perkara menaikan status Camat Baki Taufik Hidayat menjadi tersangka," ujar Kompol Fadli.

Tim Polda Jawa Tengah yang terlibat dalam pemeriksaan di kantor Inspektorat Sukoharjo belum bersedia memberikan keterangan. "Nanti yang akan memberikan keterangan dari pimpinan di Polda Jawa Tengah," lanjutnya.

Pantauan di kantor Inspektorat Sukoharjo diketahui pemeriksaan dilakukan mulai sekitar pukul 09.00 WIB. Penyidik secara marathon melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak. Mereka seperti Camat Baki Taufik Hidayat, staf Kecamatan Baki EK, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Pemerintahan, Kepala Desa Mancasan, Kecamatan Baki

Inspektur Sukoharjo Joko Ipung Poernomo mengatakan, benar ada pemeriksaan lanjutan terkait kasus Camat Baki Taufik Hidayat. Pemeriksaan dilakukan dengan meminjam tempat di kantor Inspektorat.

"Kami hanya ketempatan saja untuk pemeriksaan. Semua ditangani petugas dari tim Polda Jawa Tengah. Itu kewenangan mereka semua," ujarnya.

Ipung membenarkan dalam pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh tim Polda Jawa Tengah dengan memanggil sejumlah pihak dan instansi terkait. Pemeriksaan digelar secara marathon secara bergantian menggunakan beberapa ruang di kantor Inspektorat. (Mam)

BERITA REKOMENDASI