Terkait Bantuan Sosial, Paguyuban Sehati Minta Difabel Aktif Melapor

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Diperkirakan ada sekitar 3.400 orang difabel belum tersentuh bantuan sosial terdampak penyebaran virus corona. Para difabel tersebut diminta aktif memberikan laporan ke pengurus RT/RW kemudian diteruskan ke desa atau kelurahan. Nantinya bantuan sosial akan dicarikan dari berbagai sumber baik pemerintah pusat, provinsi, daerah dan desa. Namun apabila tetap belum terpenuhi maka akan dicarikan jalan keluar meminta bantuan ke swasta atau donatur.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, Kamis (21/5/2020) mengatakan, Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo sudah melakukan pendataan cepat terkait penyaluran bantuan sosial terdampak penyebaran virus corona. Hasilnya diketahui ada sekitar 3.400 orang difabel belum tersentuh bantuan. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan.

Para difabel tersebut belum tersentuh bantuan karena beberapa faktor salah satunya tidak terdata. Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo berharap petugas ikut berperan aktif mendata para difabel. Disisi lain, Edy meminta para difabel juga aktif memberikan laporan ke petugas. Dengan demikian maka data menjadi lebih jelas dan bantuan sosial bisa segera diterima.

“Perkiraan kami ada sekitar 3.400 orang difabel belum tersentuh bantuan. Jadi kami minta mereka aktif sehingga bisa dicarikan bantuan sosial baik bersumber pusat, provinsi, daerah dan desa,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI