Terkait Bantuan Sosial, Paguyuban Sehati Minta Difabel Aktif Melapor

Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo meminta pada petugas agar para difabel diprioritaskan mendapat bantuan sosial. Sebab mereka juga merasakan dampak dari penyebaran virus corona sekarang. Terlebih lagi keterbatasan fisik membuat para difabel sulit melakukan langkah dan akses.

Edy mengatakan, sebagian difabel di Sukoharjo memang telah terdata di Dinas Sosial untuk program kesejahteraan. Data tersebut digunakan sebagai data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) untuk penyaluran bantuan sosial terdampak penyebaran virus corona. Akan tetapi tidak semua difabel masuk dalam program sosial pemerintah.

“Bagi difabel yang belum mendapat bantuan sosial juga bisa melapor ke posko pengaduan kami. Nanti akan diusulkan termasuk mencari jalan keluar mendapat bantuan dengan meminta swasta atau donatur,” lanjutnya.

Koordinasi terus dilakukan Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo dengan pihak terkait untuk memastikan para difabel bisa mendapatkan bantuan sosial. Termasuk sebanyak 3.400 orang difabel yang kemungkinan belum mendapat bantuan sosial.

“Data terus kami pantau dan sudah ada pergerakan perbaikan dimana difabel yang belum akhirnya bisa mendapat bantuan. Jadi memang perlu aktif,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI