Tersangka Dugaan Penyimpangan Dana Diduga Kabur

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – AS tersangka dugaan peyimpangan dana Usaha Agrobisnis Pedesaan (UAP) tahun 2008 senilai Rp 100 juta diduga kabur. Penyidik Kejaksaan Negeri Sukoharjo terus memburu tersangka dan memasukannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sukoharjo Zaenurofiq, Jumat (02/06/2017) mengatakan, AS warga Desa Lengking, Kecamatan Bulu sebelumnya sudah beberapa kali tidak datang memenuhi panggilan penyidik Kejari Sukoharjo. Pemanggilan dilakukan penyidik untuk pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka.

AS tidak datang memenuhi panggilan penyidik Kejari Sukoharjo karena alasan sakit. Hal itu diperkuat dengan keterangan kuasa hukumnya dan surat dokter. AS diketahui juga dirawat disebuah rumah sakit.

Namun beberapa hari terakhir kondisi AS sudah membaik sehat dan pulang ke rumah. Karena kondisi tersebut maka penyidik Kejari Sukoharjo melakukan pemanggilan. Namun panggilan tersebut tidak digubris AS.

“Panggilan pertama dan kedua AS tidak datang. Jadi saat panggilan ketiga penyidik Kejari Sukoharjo mendatangi rumah tersangka dan ternyata tidak ada,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga AS sudah beberapa hari terakhir sudah meninggalkan rumah tanpa pamitan. Penyidik Kejari Sukoharjo meminta kepada pihak keluarga agar menyerahkan AS.

“Dari pihak desa juga menyatakan tersangka AS sudah ada di rumah setelah sebelumnya sakit. Usai pulang AS tidak ada di rumah dan kabarnya sudah pergi,” lanjutnya.

Penyidik Kejari Sukoharjo berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka AS. Hal itu dilakukan agar AS segera tertangkap dan pemeriksaan dilanjutkan.

AS sendiri ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyimpangan dana untuk Gapoktan senilai Rp 100 juta. AS pada posisi sebagai ketua pengelola. AS kemudian mengundurkan diri dan tidak menyertakan laporan keuangan ke pengurus baru. (Mam)

BERITA REKOMENDASI