Terungkap, Perusak Patung Yesus Ternyata Anak Koster Gereja

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRjogja.com) – Pelaku perusakan patung Yesus dan Bunda Maria di Gereja Santo Yusup Pekerja Gondang Winangun , Desa Plawikan, Jogonalan, Klaten ternyata oknum kalangan dalam gereja itu sendiri. Tersangka adalah R (21) seorang mahasiswa, warga Jogonalan dan anak dari koster gereja tersebut.

Kapolres Klaten AKBP Faizal Selasa (16/8) petang kepada wartawan menjelaskan, sebanyak 35 personil gabungan terdiri 15 personil dari Polda Jateng dan 20 personil dari Polres Klaten diterjunkan untuk mengusut kasus perusakan patung Yesus dan Bunda Maria yang terjadi pada 9 Agustus lalu.

Hasil pemeriksaan lebih dari 20 saksi, serta pengakuan dari R, penyidik akhirnya menetapkan R sebagai tersangka tunggal. “Untuk sementara R ini pelaku tunggal, tetapi masih kita dalami lagi kemungkinan yang lainya,” kata Kapolres.

Kasus tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolri. Selain itu Kapolda Jateng, turun langsung ke Polres Klaten memberikan suntikan motivasi untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas, agar tidak terjadi kasus intoleransi seperti di Tanjung Balai. “Ada dua tempat kejadian,  di sungai dan dalam gereja.  Pelaku R, anak dari koster yang juga tinggal dalam lingkungan gereja. Ia lakukan perusakan, dia juga yang lemparkan patung Bunda Maria ke sungai, setelah itu dipindahkan lagi ke air,” jelas Kapolres.

Dari pengakuan tersangka R, ia melakukan perusakan dikarenakan kesal pada ibunya, yang hari itu marah-marah menyuruh R untuk membantu pekerjaan rumah. Padahal, saat itu R sedang sakit.

Sekitar pukul 13.15 WIB, ketika ayahnya sedang istirahat, ibunya sedang mengerjakan pekerjaan sekolah, serta keponakan sedang bermain play station, R beraksi merobohkan patung Yesus dan Buda Maria.

Polres Klaten masih akan menyelidiki adanya motif lain. Hal ini dikarenakan adanya keterangan beberapa saksi tentang adanya permasalahan di interal gereja tersebut. “Dari keterangan saksi internal gereja, antara  pengurus gereja dengan koster Marsono ini ada permaslahan beberapa tahun lalu. Sebelumnya Marsono tinggal di depan gereja, sekarang dipindah ke belakang gereja pinggir sungai. Apa ada kaitan dengan hal ini masih kita usut,” jelas Kapolres pula.

Polisi mengamakan barang bukti berupa Patung Yesus dan Bunda Maria, CCTV, kaos yang dikenakan R saat melakukan perusakan, serta beberap barang bukti lainya. Namun demikian, R tidak ditahan, melainkan dikenai wajib lapor setiap hari.
“Kita jerat pasal 406 KUHP, ancaman 2 tahun 8 bulan, tentang pengrusakan,” tambah Kapolres. (Sit)

 

BERITA REKOMENDASI