Tidak Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Ribuan Buruh Sukoharjo Gigit Jari

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo meminta pada pemerintah berlaku adil dan tidak diskriminatif terhadap buruh yang tidak terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan agar bisa tetap menerima bantuan insentif sebesar Rp 600 ribu. Disisi lain, pemerintah juga diminta bersikap tegas terhadap perusahaan yang tidak mendaftarkan buruh ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan karena melanggar Undang Undang.

Ketua FPB Sukoharjo Sukarno, Selasa (8/9/2020), mengatakan, FPB Sukoharjo melihat perkembangan data terakhir diketahui hanya ada 15 ribu buruh dari total sekitar 40 ribu lebih buruh bekerja diberbagai sektor di Sukoharjo yang terdata dan kemungkinan mendapat insentif Rp 600 ribu dari pemerintah pusat.

“Sebanyak 15 ribu buruh itu sudah terdata BPJS Ketenagakerjaan, soal sudah atau belum mereka dapat pencairan insentif Rp 600 ribu dari pusat, FPB Sukoharjo belum mengetahui. Tapi yang kami pastikan masih banyak puluhan ribu buruh dipastikan tidak mendapat insentif karena tidak terdata BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sukarno mengatakan, 15 ribu buruh terdata BPJS Ketenagakerjaan tersebut nanti akan langsung menerima insentif dari pemerintah pusat melalui masing masing rekening yang dimiliki. FPB Sukoharjo sulit melakukan pemantauan satu per satu buruh tersebut.

“Kami minta pemerintah berlaku adil dan tidak diskriminatif. Sebab masih banyak buruh nanti tidak menerima insentif dan mereka sekarang butuh bantuan ditengah pandemi virus corona,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI