Tim Gabungan Jamin Keamanan Pilkades Serentak 125 Desa

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tim keamanan gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Linmas dan lainnya siap mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 125 desa pada 11 Desember mendatang. Pengamanan ketat dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan dalam proses menentukan pimpinan desa. Masyarakat juga diminta untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak boleh golput.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Sukoharjo Setyo Aji Nugroho, Selasa (13/11/2018) mengatakan, persiapan untuk pelaksanaan pilkades serentak tidak hanya dilakukan pada sisi administrasi saja namun juga kelengkapan lainnya termasuk soal keamanan. Dalam hal ini pengamanan sudah dijamin oleh aparat baik dari TNI dan Polri maupun pihak terkait lainnya seperti Satpol PP dan Linmas. Ada juga beberapa elemen masyarakat lainnya juga ikut membantu pengamanan dengan menempatkan sejumlah petugasnya.

Dalam hal keamanan tersebut Pemkab Sukoharjo tidak mau gegabah dengan membiarkan sekecil apapun kerawanan yang bisa memperkeruh suasana pilkades. Karena itu penempatan aparat keamanan dan petugas gabungan terkait lainnya sangat penting dilakukan.

Aparat keamanan rencananya akan ditempatkan seperti di balai desa maupun di tempat pemungutan suara. Bahkan apabila memungkinkan juga akan ditambah dengan pasukan patroli keliling demi menjaga keamanan masyarakat selama proses pemilihan kepala desa.

"Soal penempatan berapa personel di masing masing desa yang menyelenggarakan pilkades masih dalam persiapan. Bisa saja berbeda disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk desa yang rawan kerusuhan maka penempatan personel disana akan diperbanyak," ujar Setyo Aji Nugroho.

Pemdes Pemkab Sukoharjo juga meminta pada masyarakat untuk membantu keamanan bersama saat pelaksanaan pilkades. Sebab keamana tidak hanya menjadi tugas dan tangungjawan aparat keamanan saja melainkan juga semua pihak. Tidak terkecuali masyarakat yang desanya menyelenggarakan pilkades.

Masyarakat diminta membantu keamanan dengan tetap menjaga kondusifitas wilayah secara bersama. Termasuk juga masyarakat diminta tidak terpancing isu menyesatkan yang bisa memperkeruh suasana. Apabila ada hal atau temuan yang membuat kerusuhan maka masyarakat bisa segera melaporkannya pada petugas.

"Diawali dari lingkungan terkecil ditingkat RT masyarakat harus menjaga keamanan bersama selama pilkades. Keterlibatan masyarakat sangat penting mengingat ada banyak desa menyelenggarakan pilkades pada 11 Desember mendatang," lanjutnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, persiapan pengamanan sudah dilakukan Polres Sukoharjo dengan meminta pada masing masing Polsek yang di desa atau wilayahnya menyelenggarakan pilkades untuk melakukan pemantauan dan deteksi dini. Petugas diterjunkan langsung di desa melihat kesiapan panitia penyelenggara dan keamanan masyarakat.

Apabila ada hal atau masalah sekecil apapun maka petugas di lapangan wajib melaporkannya pada pimpinan setempat. Selanjutnyanakan ditindaklanjuti oleh Polres Sukoharjo untuk mencegah masalah tersebut berkembang lebih besar lagi.

Sampai sekarang Polres Sukoharjo belum menemukan hal yang membuat rawan keamanan saat penyelenggaraan pilkades. Meski begitu Polres Sukoharjo tetap melakukan pemantauan penuh mengingat banyak desa yang menyelenggarakan pilkades.

"Desa penyelenggara pilkades sangat banyak ada 125 desa dan tentunya membutuhkan kosentrasi penuh pengamanan. Petugas akan disebar di masing masing desa nanti dari Polsek ada bantuan personel dari Polres khususnya di wilayah rawan kerusuhan," lanjutnya.

Kapolres menegaskan, apabila ada oknum yang mengacaukan dan membuat kerusuhan saat penyelenggaraan pilkades maka Polres Sukoharjo tetap akan memproses sesuai aturan berlaku. Hal itu dilakukan mengingat perbuatan pelaku membuat pelaksanaan pilkades yang sudah dijamin sesuai peraturan berlaku menjadi terganggu. (Mam)

BERITA REKOMENDASI