Tim Gabungan Siap Bantu Masyarakat Tangani Bencana Alam di Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo siapkan pasukan untuk menghadapi ancaman bencana alam. Petugas disiagakan penuh membantu masyarakat saat banjir, tanah longsor dan angin kencang terjadi. Kesiapan juga dilakukan dengan menyiapkan pemenuhan kebutuhan peralatan.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, Rabu (30/10/2019) mengatakan, Kodim 0726 Sukoharjo siap penuh dalam membantu masyarakat termasuk dalam menghadapi bencana alam. Seperti yang sudah terjadi di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Polokarto, Senin (28/10/2019) lalu. Kodim 0726 Sukoharjo menerjunkan pasukan dan peralatan melakukan proses evakuasi termasuk perbaikan rumah warga yang rusak.

Kodim 0726 Sukoharjo sudah menyiapkan prajurit di masing masing Koramil untuk membantu masyarakat. Petugas yang disiapkan juga diminta melakukan pemantauan penuh terhadap wilayah rawan. Salah satu yang dilakukan sekarang yakni berupa pemetaan.

“Kodim 0726 Sukoharjo siap penuh membantu masyarakat khususnya sekarang dalam menghadapi bencana alam. Pasukan sudah disiapkan hingga ditingkat Koramil karena memang bencana alam sulit diprediksi seperti kemarin tiba tiba ada angin kencang di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Polokarto. Anggota sudah membantu disana,” ujarnya.

Prajurit Kodim 0726 Sukoharjo juga telah memetakan wilayah rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang. Khusus untuk banjir dilakukan dengan pengecekan kondisi terakhir sungai, saluran air dan drainase di masing masing wilayah Koramil.

“Seperti di wilayah selatan Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu anggota sudah memetakan mana saja titik rawan bencana alam seperti tanah longsor. Sebab disana banyak bukit pada posisi sekarang sangat kering akibat kemarau dan muncul retakan sehingga rawan longsor saat hujan datang,” lanjutnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, masing masing Polsek juga sudah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana alam. Petugas diminta langsung bergerak cepat membantu masyarakat begitu ada bencana alam datang.

“Namanya juga bencana alam kita tidak tahu kapan datang jadi anggota sampai di bawah juga harus gerak cepat. Bantu masyarakat dan terus berkoordinasi dengan posko induk di Mapolres Sukoharjo,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, sudah meminta kepada para Kapolsek termasuk Bhabinkamtibmas untuk memperbanyak kegiatan ke masyarakat. Sasarannya tidak hanya berkaitan dengan kerawanan bencana alam saja namun juga mendekatkan diri dengan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, sudah ada koordinasi dan penyiapan tim gabungan penanggulangan bencana alam. Petugas yang disiapkan meliputi sejumlah satuan seperti dari BPBD, SAR, Tagana, PMI, Polres, Kodim 0726, Satpol PP dan lainnya. Mereka memiliki tugas dan kewenangan masing masing dalam membantu penanganan apabila terjadi bencana alam. Dalam kesiapan tersebut petugas dari tim gabungan sudah melakukan persiapan dan koordinasi. 

Pemantauan sekarang semakin diintensifkan dengan pengecekan langsung ke semua wilayah sampai ditingkat desa dan kelurahan. Bahkan di titik tertentu sampai dipersempit ditingkat perkampungan atau RT/RW. Seperti di Dukuh Nusupan, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol dimana ada beberapa RT dan RW berada di wilayah paling rawan terkena kali pertama banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. 

Petugas dari tim gabungan juga memantau wilayah rawan lain seperti tanah longsor dan angin kencang. Sasarannya seperti di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu karena memiliki karekteristik perbukitan. Banyak warga disana diketahui memiliki rumah dan bertempat tinggal di sekitar perbukitan rawan longsor. 

“Kesiapansiagaan petugas sudah matang melibatkan tim gabungan dari berbagai satuan termasuk para relawan. Masing masing satuan sudah melakukan pemetaan dan pemantauan wilayah rawan bencana alam," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI