Tim Pemakaman Berjibaku dengan Resiko Nyawa

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Kendati harus berjibaku dengan resiko keselematan nyawa, relawan tim dukungan pos gugus tugas untuk pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan, tetap bekerja dengan ikhlas. Mereka juga menghadapi berbagai kendala di lapangan. Mulai dari penolakan warga hingga tuduhan konspirasi atau tim bayaran.

Relawan bagian dekontaminasi, Indriyarto Rabu (13/1/21) mengemukakan, kendala di lapangan, sekarang beberapa kali mulai ada penolakan masyarakat atau keluarga. Mereka tidak menghendaki jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan. Sedangkan tim bertugas setelah mendapat perintah dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan.

Lebih lanjut Indriyarto menjelaskan, hal lain yang dihadapi adalah, tuduhan bahwa tim mendapat anggaran biaya atau upah. Padahal para relawan melakukan tugas pemakaman dengan protokol kesehatan tersebut dengan ikhlas karena kemanusiaan.

“Kendala ini menghambat kami. Kami bergerak karena perintah rumah sakit atau Dinkes. Pemahaman di lapangan, seolah kami bergerak sendiri, sehingga terjadi penolakan,” kata Indriyarto.

Kendala lain, kadang keluarga dan pihak desa tidak sabar. Sementara tim terkendala terutama masalah kendaraan. Posisi kendaraan dari mulai persiapan petugas sampai pengerjaan, menunggu penggalian liang lahat selesai, setelah selesai harus pemandian, pembersihan kendaraan dan sebagainya, memerlukan waktu lumayan banyak. “Sementara kendaraan kami terbatas, jadi kesan kok lama begitu,” tambah Indriyarto.

BERITA REKOMENDASI