Tingkatkan Hasil Pertanian, Ratusan Alsintan Siap Dibagikan ke Petani

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Ratusan unit alat mesin pertanian (alsintan) bantuan dari Pemerintah Pusat diberikan untuk Kabupaten Sukoharjo pada Tahun 2018. Bantuan diberikan secara bertahap dan akan diserahkan langsung ke kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Minggu (22/4/2018) mengatakan, Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah pertanian kembali mendapatkan bantuan alsintan dari pemerintah pusat pada Tahun 2018. Bantuan diberikan sebagai pelaksanaan program pusat terhadap pengembangan serta peralihan teknologi pertanian dari tradisional ke modern.

Bantuan alsintan yang akan diberikan oleh pemerintah pusat untuk Kabupaten Sukoharjo diantaranya Traktor Roda Dua sebanyak 50 unit, Traktor Roda Empat 3 unit, Rice Transplanter 15 unit, Pompa Air 50 unit, Thresher 5 unit, Soil Tester 1 unit. Seluruh alsintan akan diberikan oleh pemerintah pusat secara bertahap selama tahun 2018 ini.

Pemerintah pusat akan selalu memberikan informasi jadwal kapan bantuan alsintan akan diberikan. Dengan demikian maka mempermudah Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo untuk melakukan pengambilan dan penerimaan. Selanjutnya setelah diterima maka akan langsung disalurkan pada kelompok tani sebagai penerima bantuan.

"Perubahan teknologi pertanian dari tradisional ke modern terus dilakukan pemerintah pusat. Modernisasi diwujudkan dengan pemberian alsintan dan Kabupateb Sukoharjo menjadi salah satu daerah penerima bantuan," ujar Netty Harjianti.

Modernisasi alat pertanian sangat membantu dan menguntungkan petani Sukoharjo. Sebab mereka lebih mudah dalam melakukan usaha pertanian mulai dari tanam sampai panen. Hal serupa juga dirasakan oleh Pemkab Sukoharjo termasuk pemerintah pusat karena bisa mendapatkan jaminan stok kebutuhan pangan melimpah dari petani. 

Hasil panen melimpah tidak hanya diharapkan dari tanaman padi saja melainkan juga seperti jagung, kedelai, kacang dan lainnya. Kebutuhan pangan tersebut wajib disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Penggunaan alsintan juga diprogramkan pemerintah mengingat sekarang dan diprediksi kedepan pertanian menghadapi masalah kekurangan tenaga. Jadi ada peralihan dari tenaga manusia ke mesin," lanjutnya. 

Penggunaan alsintan juga dianggap lebih efisien bagi petani karena bisa melakukan perencanaan sendiri mulai dari mengolah tanah sampai panen. Sebab petani sudah diuntungkan dengan kepemilikan alsintan di masing masing kelompok tani.

"Petani bisa menggunakan alsintan secara bergantian di masing masing kelompok tani. Alsintan harus digunakan secara menyeluruh oleh petani dan tidak boleh diklaim milik perseorangan atau di monopoli pihak tertentu saja mengingat alsintan merupakan bantuan dari pemerintah," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI