Tingkatkan Pelayanan, Sukoharjo Targetkan ‘Sapu Bersih’ Akreditasi Puskesmas

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Delapan dari total 12 puskesmas di Sukoharjo sudah mendapatkan hasil akreditasi. Terbaru yakni Puskesmas Bulu dan Puskesmas Tawangsari yang hasilnya turun pada akhir Desember 2017 lalu. Sedangkan empat puskesmas lagi direncanakan akan turun pada akhir Januari atau awal Februari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Nasruddin, Rabu (24/1) mengatakan, pada tahun 2017 kemarin DKK Sukoharjo mengajukan enam puskesmas untuk diakreditasi pemerintah pusat. puskesmas tersebut yakni, Puskesmas Bulu, Puskesmas Tawangsari, Puskesmas Gatak, Puskesmas Mojolaban, Puskesmas Nguter, Puskesmas Polokarto.

Dari enam puskesmas tersebut baru dua puskesmas sudah mendapatkan hasil akreditas. Keduanya yakni Puskesmas Bulu mendapatkan status akreditasi madya dan Puskesmas Tawangsari status akreditasinya utama.

Empat puskesmas tersisa belum mendapatkan hasil akreditas dan masih menunggu. DKK Sukoharjo memperkirakan keempat puskesmas baru mendapatkan hasil akreditasi dua minggu kedepan.

“DKK Sukoharjo berharap pada awal tahun 2018 ini semua puskesmas di Sukoharjo atau 12 unit sudah terakreditasi,” ujar Nasruddin.

Data dari DKK Sukoharjo enam puskesmas sebelumnya sudah mendapatkan hasil akreditasi sekitar tahun 2015-2016. Rinciannya yakni Puskesmas Sukoharjo Kota, Puskesmas Baki, Puskesmas Grogol, Puskesmas Kartasura, Puskesmas Bendosari dan Puskesmas Weru.

“Pekerjaan Rumah (PR) kita sekarang ya empat puskemas tadi. Harapanya segera turun dan lunas sudah tugas DKK. Selanjutnya tinggal menjalankan apa yang jadi hasil akreditas,” lanjutnya.

Hasil akreditasi yang sudah turun pada akhir Desember 2017 lalu menjadi kabar gembira bagi DKK. Sebab satu dari dua puskesmas yakni Puskesmas Tawangsari berhasil mendapatkan status akreditasi utama.

“Urutan akreditasi yakni dasar, madya, utama dan paripurna. Puskesmas Tawangsari berhasil utama dan ini melegakan. Untuk akreditasi paripurna memang sangat sulit. Apalagi di Indonesia juga sangat sedikit,” lanjutnya.

Setelah 12 puskemas mendapatkan akreditasi pada tahun 2018 ini maka semuanya akan melakukan tahapan serupa tiga tahun lagi. “Paripurna memang sangat sulit tapi akan kita usahakan. Minimal pada akreditasi berikunya 12 puskemas bisa mendapatkan status utama semua hanya satu level di bawah paripurna,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, akreditasi yang didapat puskesmas meski sedikit terlambat namun tetap melegakan. Setelah ini DKK Sukoharjo harus lebih memaksimalkan hasil akreditasi yang didapat untuk peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

“Tidak hanya status akreditasi saja, tapi bagaimana puskesmas mampu melayani masyarakat dan memiliki berbagai inovasi bidang kesehatan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI