Tipu Hingga Ratusan Juta, Oknum PNS di Boyolali di Sel

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRjogja.com – Ulah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ditangkap polisi atas dugaan penipuan dengan modus menjanjikan korbannya bekerja di Pudam Tirta Ampera Boyolali.

Pelaku bernama Jum (53) warga Dukuh Ringin Rt 01 Rw 04, Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, telah menipu Enam orang. Dari hasil penipuan itu pelaku berhasil mengumpulkan uang mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Boyolali, Iptu Wikan Sri Kadiyono mengatakan pelaku dibekuk di rumahnya di kawasan Ketaon pada hari Sabtu (3/7/2021).Kini pelaku mendekam di tahanan Mapolres Boyolali untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Polisi hingga saat ini masih memintai keterangan secara intensif,untuk menguak berapa jumlah korban semuanya,” ujar Iptu Wikan, Selasa (6/7/2021).

Wikan menjelaskan pelaku menjanjikan kepada korbannya bernama Pipit Susi Wijayanti warga Dukuh Ketaon Rt 01Rw 02, Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada bulan Juni 2020 oleh pelaku menjadi pegawai di Pudam Tirta Ampera Kabupaten Boyolali dengan syarat membayarkan sejumlah uang kepada pelaku. Dan dijanjikan sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah diangkat bekerja di Perumda Tirta Ampera namun, hingga sekarang korban tidak diangkat menjadi pegawai Pudam.

“Jadi, disaat berkenalan dengan korban,pelaku mengaku bernama Santoso yang bekerja di BKD Boyolali dan menjanjikan bisa memasukan korban sebagai karyawan Pudam Tirta Ampera.Sehingga korban merasa tergiur dan memberikan uang kepada pelaku,” jelas Iptu Wikan.

Dikatakan lebih lanjut, setelah korban menyerahkan uang kepada pelaku melalui transfer ke rekening yang diberikan oleh pelaku,sampai sekarang korban belum diangkat sebagai pegawai Pudam.

” Dan setiap ditanyakan kepada pelaku, selalu menghindar dengan berbagai alasan,korban diminta sabar dan menunggu,” katanya.

BERITA REKOMENDASI