TMMD Program Betonisasi di Desa Jemowo Rampung

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2022 yang dimulai pada Rabu (11/5/2022) telah selesai pada Kamis (9/6/2022) ini. Proyek TMMD Sengkuyung I ini berupa jalan dan talud, yang berada di Desa Jemowo, Kecamatan Tamansari. Tanda selesainya kegiatan ini dilakukan secara simbolis di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali pada Kamis (9/6/2022) ditandai dengan penandatangan kegiatan TMMD oleh Bupati Boyolali, M. Said Hidayat dan Komandan Kodim (Dandim) 0724 Boyolali Letkol. Arm. Ronald Siwabessy.

Jalan desa yang hanya berjarak 9 kilometer dari puncak Gunung Merapi ini telah selesai dilakukan betonisasi sepanjang 1.379 meter, lebar tiga meter dan tebal 0,12 meter.

“Jalan ini merupakan sebuah kolaborasi dari TNI Pemda masyarakat dan seluruh instansi yang ada di Kabupaten Boyolali untuk bersama-sama mengatasi kesulitan masyarakat,” kata Dandim usai acara pengguntingan pita di lokasi pembangunan di Desa Jemowo, Kecamatan Tamansari.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali Yulius Bagus Triyanto menjelaskan bahwa ada tiga sumber dana yang digunakan. Ketiga sumber dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 175 juta, APBD Kabupaten Boyolali sebesar Rp 330.250.000 dan yang terakhir berasal dari Swadaya Masyarakat sebesar Rp 27.816.000 sehingga total sejumlah Rp 533.066.000. Dia berharap, dengan dibangunannya betonisasi jalan mampu membantu transportasi masyarakat.

“Artinya ini menjadi urat nadi Desa Jemowo yang baru. Jadi mempermudah akses intinya ke pasar, sekolah dan juga mungkin digunakan secara maksimal untuk masyarakat Jemowo untuk perbaikan ekonomi,” katanya.

Betonisasi jalan tersebut telah menghubungkan Desa Jemowo dengan Desa Sangup yang merupakan salah satu jalur evakuasi Gunung Merapi. Jalan yang berada di Dukuh Sidomulyo-Tumbal Negoro ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi 6.375 warga Desa Jemowo yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Salah satu warga Desa Jemowo, Suryanto mengaku senang atas pembangunan betonisasi jalan di desanya. Menurutnya, kini warga sekitar dapat memperlancar akses transportasi yang sudah 30 tahun tidak tersentuh pembangunan.

“Senang dan bangga dan antusias sekali dan semoga sarana jalan ini menjadi transportasi semakin lancar. Sebelum jalannya dijadikan seperti ini, masyarakat mengalami kesusahan karena transportasi susah, jalannya rusak, sekarang bagus,” ujar warga Dukuh Tempel, Desa Jemowo ini. (R-3)

 

BERITA REKOMENDASI