TMMD Strategis Dorong Kesejahteraan Masyarakat Dan Ketahanan Bangsa

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahap I Tahun Anggaran 2019 di Boyolali yang digelar selama sebulan sejak Selasa (26/2) kemarin, difokuskan di desa paling ujung utara Boyolali, yakni di Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi. Program yang menitikberatkan pada kemanunggalan TNI dan masyarakat ini bersifat strategis untuk meningkatkan faktor ketahanan, keamanan, hingga perekonomian desa. 

Dalam TMMD tahap I kali ini, dialokasikan anggaran sebesar Rp 502.924.000 yang berasal dari APBD I sebesar Rp 235 juta dan APBD II sebesar Rp 252.800.000 dan swadaya dari masyarakat sebanyak Rp 15.124.000. Dana tersebut akan diperuntukkan untuk betonisasi jalan sepanjang 250 meter, rehab tiga unit rumah tak layak huni, hingga kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan sebagainya.

Babinsa Desa Ngleses, Serda Bewal menjelaskan, khusus untuk betonisasi jalan akan menggunakan metode beton bertulang agar konstruksinya kuat. Sebab kontur tanah di wilayah tersebut labil atau tanah gerak. Lapisan beton juga dibuat cukup tebal, selebar 0,20 meter dengan lebar 3,5 meter. 

"Agar awet, konstruksi beton dibuat tebal dan bertulang. Sebab saat musim kemarau, kondisi tanah di sini labil sehingga sering merusak jalan," katanya. 

Sementara itu Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat dalam pidato pembukaan kemarin menyampaikan, selain mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dengan perbaikan infrastruktur, TMMD juga punya peran strategis untuk menjaga semangat gotong-royong demi ketahanan bangsa. 

Program ini bisa menjadi media untuk menggali potensi desa dan mengurai berbagai potensi permasalahan keamanan dan ketahanan negara, sehingga bisa dicegah sejak dini. "Gotong-royong adalah warisan budaya dan menjadi semangat dalam mengatasi berbagai persoalan. Ini yang harus dirawat dan dijaga," (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI