Toko Modern Dapat Kelonggaran Buka Selama Pandemi Corona

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Puluhan toko modern yang seharusnya sudah tutup karena izin operasionalnya telah habis pada tahun 2020 mendapat keringanan dari pemerintah. Toko modern masih mendapat kesempatan membuka usaha selama pandemi virus corona. Kelonggaran akan dicabut setelah kondisi kembali normal seperti semula.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Kamis (29/10/2020), mengatakan, data secara keseluruhan selama dua tahun terhitung tahun 2020 dan 2021 total ada 152 toko modern yang izin operasionalnya habis dan wajib menutup usahanya. Rinciannya, 151 toko modern izin operasionalnya habis tahun 2020 dan satu toko modern tahun 2021 mendatang.

Tahun 2020 ini diketahui sudah ada 89 toko modern izin operasionalnya sudah habis dan telah menutup usahanya. Penutupan dilakukan sebelum muncul pandemi virus corona. Sedangkan sisanya 63 toko modern yang izin operasionalnya telah habis namun masih mendapat kesempatan membuka usahanya karena bersamaan dengan pandemi virus corona.

Toko modern yang masih mendapat kesempatan membuka usaha akibat pandemi virus corona tetap mendapat pengawasan ketat dari petugas. Kelonggaran tersebut diberikan langsung pemerintah pusat mengingat kondisi pandemi virus corona dampaknya sangat besar dirasakan terhadap penurunan ekonomi.

“Karena ada pandemi virus corona maka pemerintah memberikan kebijakan kelonggaran kepada toko modern masih membuka usahanya. Dikhawatirkan apabila dipaksakan tutup akan semakin menambah terpuruk ekonomi dan meningkatan pengangguran,” ujarnya.

Kebijakan kelonggaran tersebut dikatakan Heru juga berlaku diberbagai daerah di Indonesia. Nanti setelah kondisi kembali normal maka aturan penutupan tetap diberlakukan. Ketegasan tersebut dilakukan karena izin operasional toko modern sudah habis.

“Secara keseluruhan tahun 2020 dan 2021 mendatang ada 152 toko modern wajib tutup. Tapi itu juga menunggu kapan pandemi virus corona berakhir dan kondisi kembali normal,” lajutnya.

Heru menambahkan, meski mendapat kesempatan buka usaha namun pemilik toko modern tetap wajib menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan menyediakan tempat mencuci tangan menggunakan sabun. Aturan penting lain yang wajib ditaati yakni berkaitan dengan jam dan tutup usaha.

“Tidak boleh buka 24 jam dan harus ada pembatasan operasional serta tidak boleh ada kerumunan massa atau tempat nongkrong karena rawan terjadi penyebaran virus corona,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI