Transaksi Non Tunai di Pasar Tradisional Belum Maksimal

SUKOHARJO, KRjogja.com – Transaksi non tunai di pasar tradisional belum maksimal. Sistem tersebut diharapkan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo seharusnya jadi solusi ditengah pandemi virus corona karena larangan kerumunan massa. Pedagang, pembeli dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diminta memaksimalkan transaksi non tunai untuk memajukan usaha sekaligus mencegah penyebaran virus corona.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Minggu (24/1), mengatakan, transaksi non tunai sudah dirintis oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo sejak awal tahun 2019 lalu dan terus dikembangkan. Hal itu dilakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat terkait sistem pembayaran non tunai. Awal penerapan dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo terhadap penerapan penarikan pembayaran retribusi online kepada pedagang di pasar tradisional tahun 2019.

Sistem tersebut diterapkan untuk mempermudah pembayaran retribusi dari pedagang ke Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Apabila sebelumnya dilakukan secara manual petugas mendatangi pedagang, maka sejak dua tahun lalu diganti cukup melalui online.

BERITA REKOMENDASI