Tumpukan Sampah Liar Resahkan Warga Gupit

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Tumpukan sampah liar di tepi jalan raya perbatasan antara Kabupaten Sukoharjo – Kabupaten Wonogiri meresahkan warga Dukuh Guntur, Desa Gupit, Kecamatan Nguter. Warga meminta kepada dinas terkait untuk segera membantu menyelesaikan masalah dengan melakukan pengakutan sampah dan memasang papang larangan. Desakan untuk menangkap pelaku pembuang sampah liar juga muncul sebagai efek jera.

Ketua RT 02 RW 02 Guntur, Gupit, Nguter, Sagiman, Rabu (31/8/2016) mengatakan, tumpukan sampah liar menyebabkan masalah karena mencemari lingkungan. Dampaknya yakni adanya bau busuk menyengat dan banyak lalat.  

Sampah liar tersebut dibuang disebuah lahan kosong di tepi jalan raya di bawah jembatan perhubung antara Sukoharjo dengan Wonogiri. Tumpukan sampah semakin banyak setiap hari hingga meluber.

“Selain warga RT 02 RW 02 tumpukan sampah liar juga meresahkan warga RT 03 RW 02 Guntur, Gupit, Nguter. Warga berharap dinas terkait segera turun tangan membantu menyelesaikan masalah,” ujar Sagiman.

Permintaan yang diminta warga yakni agar tumpukan sampah segera diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sebab lokasi pembuangan sekarang berada di dekat pemukiman padat penduduk.

Warga juga meminta kepada dinas terkait untuk memasang papan larangan membuang sampah. Keberadaan papan tersebut diharapkan efektif untuk menghentikan ulah pelaku membuang sampah sembarangan.

Pelaku pembuang sampah sendiri belum diketahui warga di RT 02 dan RT 03 RW 02. Sebab tidak ada satupun warga dikedua RT tersebut yang membuang sampah dilokasi tersebut. Warga sekitar sudah memiliki tempat pembuangan sampah sendiri.

“Pelaku kemungkinan membuang sampah saat warga sudah tidur atau situasi sepi yakni malam atau dinihari. Sebab saat dijaga oleh warga tidak ditemukan pelakunya. Justru saat pagi hari bangun tidur warga kaget sudah ada sampah buangan,” lanjutnya.

Sampah tersebut dari pantauan di lapangan dibungkus menggunakan wadah plastik. Berbagai jenis sampah dibuang dilokasi tersebut hingga menimbulkan bau busuk menyengat.

“Ada juga bangkai dan bulu ayam dibuang dan baunya sangat busuk menyengat,” lanjutnya.

Warga RT 02 RW 02 Guntur, Gupit, Nguter Paiman mengatakan, bau busuk menyengat menganggu seluruh warga di lingkunganya. Bahkan rumahnya yang cukup jauh dari lokasi pembuangan sampah juga sangat terganggu.

“Baunya sangat tidak enak dan sangat menganggu kenyamanan warga,” ujarnya.
Kepala Desa Gupit, Nguter, Bibit Riyanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan keluhan dari warga terkait keberadaan sampah liar. Selanjutnya pihak desa akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI