Tunggu Uji Laboratorium, Penyebab Pencemaran Kali Langsur Masih Misterius

 

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penyebab pencemaran Kali Langsur di Kampung Kelurahan, Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo belum diketahui. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo sudah melakukan pengecekan setelah mendapat keluhan dari masyarakat. Petugas nantinya juga akan melakukan uji laboratorium untuk mendapatkan hasil valid.

Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Sukoharjo Suyatman, Rabu (24/7/2019) mengatakan, penyebab pencemaran Kali Langsur di Kampung Kelurahan, Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo belum diketahui. Sebab masih butuh proses dimulai dari pengecekan, meminta keterangan sejumlah pihak hingga pengambilan sampel untuk dilakukan uji laboratorium.

Tahapan yang sudah dilaksanakan oleh DLH Sukoharjo baru melakukan pengecekan. Petugas diterjunkan mengecek langsung kondisi Kali Langsur. Kegiatan tersebut sudah dilakukan pada Selasa dan Rabu (16-17/7/2019) lalu atau dua hari setelah ada keluhan masyarakat Minggu (14/7/2019).

Pada saat pengecekan tersebut petugas juga meminta keterangan dari warga sekitar Kali Langsur. Termasuk juga berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan.  

Wilayah yang sudah dilakukan pengecekan oleh petugas DLH Sukoharjo meliputi aliran air sungai di bawah Jembatan Ngrukem, Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, Dukuh Seyegan atau sekitar Kali Langsur, di Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo. Titik terakhir yakni di Dukuh Ngrajan, Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo.

“Pencemaran Kali Langsur yang dikeluhkan masyarakat khususnya pada perubahan warna air. Itu dulu yang akan kami cari sumber pencemarannya. DLH Sukoharjo sudah melakukan pengecekan namun hasilnya belum diketahui,” ujarnya.

Suyatman mengatakan, perubahan warna air di kali atau sungai bisa terjadi karena beberapa faktor. DLH Sukoharjo butuh kepastin terlebih dahulu sebelum menginformasikan ke masyarakat. Salah satu upayanya yakni dengan berencana melakukan uji laboratorium terhadap sampel air Kali Langsur.

“Soal informasi masyarakat ada ternak mati disekitar Kali Langsur diduga karena pencemaran air belum ditemukan petugas. DLH Sukoharjo sudah meminta keterangan terhadap lurah setempat,” lanjutnya.

DLH Sukoharjo pada awal Agustus nanti berencana akan kembali melakukan pemantauan di Kali Langsur. Hal ini untuk melihat perkembangan kondisi Kali Langsur.

Warga Kampung Kelurahan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo Wawan mengatakan, sering melihat perubahan mencolok pada warna air Kali Langsur. Karena terlalu sering maka warga sudah menganggap biasa kejadian tersebut. Meski begitu warga hingga sekarang tetap masih penasaran terhadap kondisi Kali Langsur. Sebab perubahan warga air diduga karena pencemaran limbah.

Sumber pencemaran limbah diduga berasal dari salah satu industri tidak jauh dari Kali Langsur. Perubahan warna air terjadi tidak hanya sekali saja namun sudah berulang kali.

“Air Kali Langsur bisa berubah tidak hanya sekali saja tapi berulang kali warnanya bisa merah, hitam keruh, biru kehitaman dan terakhir seperti pada Minggu (14/7/2019) hijau kebiruan. Penyebabnya diduga karena pencemaran limbah,” ujarnya.

Pencemaran diduga tidak hanya terjadi pada perubahan warna air saja, namun juga bau di Kali Langsur. Sebab saat terjadi perubahan warna tersebut sering muncul bau menyengat. Warga sudah sering mengeluhkan kejadian tersebut dan melaporkannya ke petugas. Namun hingga sekarang penanganan yang diharapkan belum maksimkal.

Warga semakin resah karena pencemaran limbah bisa berdampak pada kondisi air sumur. Warga sekarang tidak berani lagi menggunakan air sumur untuk kebutuhan makan dan minum. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan cara membeli air bersih.

“Tidak hanya sumur tapi pencemaran limbah di Kali Langsur juga berdampak pada tanaman padi petani. Sebab posisi Kali Langsur dekat dengan lahan pertanian,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI