Tuntutan Belum Terpenuhi, Warga Blokir Akses Tol

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kecewa dengan rencana pembangunan underpass, warga Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono, memblokir akses ke jalan tol Salatiga-Kartasura yang masih terputus karena masih dalam proses pembangunan dengan bilahan kayu, Senin (02/04/2018). 

Protes tersebut dilakukan sebab warga menginginkan pembangunan overpass di jalan desa yang terputus karena ruas tol, bukan underpass sebagaimana yang direncakanan pihak pelaksana proyek tol. 

Pekan lalu warga dan pihak pelaksana proyek tol sudah dimediasi oleh Pemkab Boyolali untuk mengurai permasalahan tersebut. Dari pihak warga, mereka tetap menolak rencana pembangunan underpass dengan panjang lorong mencapai 100 meter, sebab dinilai akan rawan banjir. Sementara dari pihak pelaksana, pembangunan overpass tersandung regulasi. 

Sebab berdasar aturan baru, tak boleh ada tiang atau boks di tengah ruas tol, sehingga pembuatan overpass tak memungkinkan. Saat mediasi tersebut, pihak pelaksana tetap membuat desain overpass sesuai kenginan warga, namun pembuatannya mesti dengan persetujuan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). 

Salah satu tokoh masyarakat Desa Denggungan, Sarno mengatakan, meski tuntutan warga adalah pembangunan overpass, namun dari pihak pelaksana tol tak bergeming dengan tuntutan tersebut. Berbagai pertemuan yang dilakukan juga belum menghasilkan kesepakatan, sehingga warga melakukan protes dengan melakukan pemblokiran.

 "Warga inginnya jalan desa tak terganggu dengan keberadaan tol. Pembangunan underpass bisa membuat banjir sehingga akan mengganggu akses warga," katanya. 

Kekhawatiran tersebut, katanya, cukup beralasan menimbang berbagai kasus lain di sepanjang proyek tol yang mengakibatkan akses jalan warga terganggu, terutama karena banjir. (Gal)

BERITA REKOMENDASI