Tutup Jalan Kampung, Warga Mojo Keluhkan Pemasangan Portal

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemasangan portal permanen sebagai pembatas rel kereta api dengan jalan kampung dikeluhkan warga dua kampung yakni Kampung Mojo RT 002 RW 005 dan Kampung Mojo RT 001 RW 006, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota. Sebab portal membuat warga mengalami kesulitan untuk mengakses jalan. Kalaupun bisa hanya pejalan kaki sedangkan sepeda motor dan mobil tidak sama sekali.

Salah satu warga Mojo, Gayam, Sukoharjo Kota Priyanto, Kamis (1/3/2018) mengatakan, warga mengetahui adanya pemasangan portal pengaman dilakukan sejak Rabu (28/2/2018) oleh sejumlah petugas tidak dikenal. Warga hanya bisa melihat proses pemasangan sejak awal sampai selesai tanpa bisa melakukan penolakan.

Portal pengaman dipasang sampai selesai dan membuat warga mengalami kesulitan akses. Jalan kampung menyeberang ke rel perlintasan kereta api sudah tidak bisa diakses oleh warga menggunakan kendaraan motor baik sepeda motor dan mobil.

Warga sudah mengadukan masalah portal tersebut ke pihak Kelurahan Gayam untuk diteruskan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI). Diharapkan dalam waktu dekat masalah portal bisa diselesaikan dengan warga.

Warga membutuhkan akses jalan untuk menghubungkan dengan tempat fasilitas umum seperti masjid dan tiga buah tempat pemakaman umum (TPU). Selain pejalan kaki warga juga membutuhkan aksea kendaraan bermotor.

"Dari jaman nenek moyang dulu jalan kampung lebih dulu ada dan dalam perkembangan baru dibangun rel kereta api. Kalau akses jalan ditutup jelas merugikan warga," ujar Priyanto.

Warga beranggapan pemasangan portal pengaman dilakukan demi keamanan karena ada rel kereta api. Dalam setiap hari selalu ada kereta api melintas dan rawan menyebabkan kasus kecelakaan lalu lintas.

"Warga berharap akses kereta api lancar begitupula jalan kampung untuk warga dan tidak ada penutupan portal," lanjutnya.

Warga Mojo, Gayam, Sukoharjo Kota Sumadi mengatakan, pemasangan portal dikeluhkan warga. Bahkan beberapa orang warga melakukan protes dengan memasang poster berisi berbagai tulisan. Protes warga beralasan karena akses warga menjadi tertutup dan tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Anggota DPRD Sukoharjo Agus Sumantri mengatakan, sudah mendengar keluhan warga terdampak portal pengaman. Agus juga mengaku sudah melakukan pengecekan ke lokasi bersama dengan warga.

"Keluhan warga karena akses jalan menjadi tertutup. Portal pengaman itu pada dasarnya juga penting untuk mengamankan kereta api yang akan melintas. Tapi tidak bisa dengan cara mengorbankan akses jalan warga," ujarnya.

Agus Sumantri berharap pihak pemasang portal pengaman bisa mengajak warga musyawarah lebih dulu sebelum dipasang. "Harus segera dicarikan solusi dengan melibatkan pihak pemasang portal. Jangan terlalu lama sebab warga sangat membutuhkan akses jalan," lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI